“Penonton terlalu banyak, padat sekali tapi kami monitor,” ujar AKP Lalang melalui ponselnya. Ia menyampaikan bahwa kejadian itu berada di tengah lautan manusia sehingga tidak begitu jelas siapa yang memegang kayu lalu mengibarkan. “Nanti dilanjut ya, saya terima telepon dulu,” tutup Kapolsek.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredricus Maclarimboen yang terhubung kemudian membenarkan hal tersebut. “Tadi sudah didekati tapi mereka (pelaku) cepat menyembunyikan karena berada di tengah massa. Kami lihat ini spontanitas sebab sejak awal di pintu masuk semua sudah diperiksa tapi ternyata panitia di pintu masuk tidak mampu membendung dan jebol,” kata Kapolres.
Ia menyatakan akan meminta keterangan kepada panitia atas kejadian itu. “Panitia akan kami panggil dan minta keterangan sebab sejak awal sudah ada komitmen untuk sama-sama menjaga tapi ternyata seperti ini,” tutup Kapolresta. (ana/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai…
Langkah jemput bola ini dilakukan guna memediasi sekaligus mendorong kedua belah pihak menghentikan pertikaian secara…
Pemkab Lanny Jaya juga mengambil langkah berbeda dalam penyediaan tempat penampungan bantuan untuk warganya di…
Festival Danau Sentani (FDS) XV tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga membuka…
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya melalui Dinas Kesehatan resmi mengutus Tim Kesehatan untuk menangani dampak bencana…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari ulah seorang oknum warga setempat…