Categories: BERITA UTAMA

Kehadiran Yusril Harus Harus berdampak pada Transparansi Hukum

JAYAPURA-Praktisi Hukum, Gustaf Kawer mengatakan dengan mengangkat Yusril Ihza sebagai Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, maka diharapkan pengawasan terhadap pelanggaran yang dilakukan aparat penegak hukum di Indonesia dilakukan secara transparansi dan secara serius.

Sebagaimana Yusrli sendiri berlatarbelakang sebagai advokat, dan juga akademisi di bidang hukum tata negara, termasuk salah seorang tokoh pemikir dan intelektual Indonesia. Dengan menjabat sebagai Koordinatoe Bidang Hukum di Kabinet Merah Putih, maka persoalan persoalan hukum di Indonesia akan dilakukan secara berbeda.

“Yusril ini, orang yang paling mengerti tentang hukum, saya harap dengan jabatannya sekarang, maka penegakan hukum di Indoensia akan lebih baik,” kata Gustaf  pekan kemarin.

Apalagi lanjutnya Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imirgrasi, Pemasyarakatan kalangan praktisi hukum, yakni Otto Hasibuan, serta pejabat lainnya, maka diharapkan memberi citra baru untuk  permasalahan hukum di Indonesia.

“Artinya pejabat kita sekarang ini diisi oleh intelektual yang basicnya dibidang hukum, tentu dengan jabatan ini, maka mereka bisa menelaah persoalan hukum yang mungkin selama ini masih amburadul,” tutur Gustaf.

Sesungguhnya kata Gustaf, berbicara peradilan di Indonesia telah dibentuk berdasarkan UU, misalnya Hakim, UU Kode Etik Hakim jelas mengatur prilaku, hakim. Pun juga dengan pengacara, telah dibentuk kode etik Advokat. Serta aparat penegakan hukum lain di Indonesia. Dengan adanya aturan ini, mestinya untuk masalah penegakan hukum di Indonesia tidak lagi dipersoalkan. Hanya saja pengawasan untuk setiap institusi selama ini kurang dilakukan secara transparan, dan serius.

Sehingga kasus kasus seperti suap, OTT ataupun pelanggaran yang dilakukan para penegak hukum dapat berkurang bahkan tidak lagi terjadi. “Mungkin selama ini yang isi bidang hukum ini bukan orang yang kompeten, tapi dengan sekarang ini maka kami harap perosalan hukum di Indonesia akan semakin baik,” harapnya.

Selain itu, dengan kehadiran kedua praktisi hukum ini, maka kasus kasus pelanggaran HAM di Indonesia dapat ditinjau kembali, terlebuh khusus masalah pelanggaran HAM di Papua. “Serta memberi ruang kepada masyarakat untuk mendapatkan keadilan. Artinya jika selama ini masih ada oknum pengacara maupun hakim yang nakal, sehingga berdampak pada pengambilan keputusan. Dengan hadirnya dua tokoh hebat ini semoga kedepannya masalah hukum di indonesia semakin baik,” pungkasnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

4 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

12 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

13 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

15 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

16 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

17 hours ago