Categories: BERITA UTAMA

37 Kasus DBD, Satu Anak Meninggal Dunia

Sejak Mei 2022, Pemkab Asmat Tetapkan Status KLB DBD

JAYAPURA-Pemerintah Kabupaten Asmat menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Asmat sejak Mei tahun 2022 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat, Yonathan Kambu menyampaikan, hingga kini  kasus demam berdarah telah mencapai 37 kasus dan 1 kasus meninggal dunia yakni seorang anak berusia 9 tahun.

“Kasus demam berdarah di Asmat pertama kali muncul sejak Mei. Saat itu, kami langsung mengambil langkah-langkah penanganan. Kami lakukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk membatasi meluasnya kasus DBD itu. Seperti pemeriksaan jentik, fogging, penyuluhan di jalan dan pembagian leaflet DBD serta lainnya,” terangnya, Senin (4/7).

Lanjut Yonathan Kambu menjelaskan, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat juga sudah membentuk kelompok untuk turun ke lapangan melakukan penanganan kasus DBD di masyarakat.

“Kami butuh logistik dari Pemerintah Provinsi Papua, seperti fogging dan lainnya. Sampai saat ini belum ada tim dari provinsi yang turun ke Asmat,” ucapnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame menyampaikan bahwa siang ini pihaknya akan melakukan rapat dan memberangkatkan tim ke Agats dengan sejumlah peralatan, obat obatan dan tenaga Nakes. “Ada 37 kasus dan 1 anak meninggal dunia,” kata Kayame saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.

Lanjutnya, pihaknya akan terus membangun komunikasi dengan petugas yang ada di Kabupaten Asmat guna menyatukan langkah menangani persoalan ini.

“Mereka yang sudah jatuh sakit kita obati, sementara mereka yang masih sehat kita sosialisasi kemudian fogging, memberikan edukasi sosialisasi supaya tidak ada korban berikutnya,” ungkapnya.

Ia juga meminta partisipasi dari masyarakat, pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat.

Sementara itu, Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aaron Rumainum menyebutkan terdapat 37 kasus DBD di Asmat tersebar di empat kampung di Distrik Agats dan 1 kampung di Distrik Suru-Suru, Kabupaten Asmat.

“Dilaporkan 22 kasus di Kampung Bis Agats dimana satu diantaranya kasus meninggal dunia. Kemudian 13 kasus Kampung Mbait, 1 kasus Kampung Kaye, 1 kasus di Kampung Syuru dan 1 kasus di Kampung Tomor, Distrik Suru-Suru,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

2 minutes ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

32 minutes ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

1 hour ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

2 hours ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

2 hours ago

Partisipasi Meningkat, Jadi Sarana Promosi dan Penguatan Kapasitas Pelaku UMKM Sagu

Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian…

3 hours ago