Categories: BERITA UTAMA

Sangat Disayangkan, Satu-satunya Dokter Paru Tewas di Tangan Cleaning Service

JAYAPURA – Kasus pembunuhan seorang dokter di Nabire yang diduga karena terjadi pemotongan insentif Covid 19  tidak hanya menjadi keprihatinan bagi tenaga medis di Papua tetapi juga akademisi. Dikatakan hal ini bisa saja tak terjadi apabila semua dibuka secara transparan terkait penyaluran insentif tersebut.

Ia ustru melihat bisa jadi  terjadi praktek pemotongan sepihak  dibalik penyaluran dana insentif pelayanan Covid di Papua.

Hanya dosen Fisip Uncen ini berpendapat bahwa bisa jadi para dokter dan perawat serta tenaga teknis kesehatan lainnya adalah   korban – korban dari orang – orang dilevel pimpinan yang tidak bertanggung jawab. 

“Saya pikir direktur rumah sakit daerah atau rumah sakit rujukan Covid yang paling bertanggung jawab terhadap belum dibayarkannya honor insentif selama pelayanan covid hingga saat ini. Itu termasuk yang sudah dibayarkan namun tetap mendapat potongan yang tidak jelas,” bebernya.

Yaung menyoroti  tenaga medis berdiri di garda terdepan melawan Covid telah pertaruhkan nyawa. Sudah banyak yang dikorbankan. Bahkan tak sedikit teman sejawat meninggal dalam pelayanan covid.

Lalu jika diperlakukan secara tidak adil dengan mengurangi dana insentif Covid dan mengurangi jumlah uang yang harus diterima sesuai hak mereka yg diatur dalam aturan maka ini menjadi cermin pimpinan yang tidak bermoral.

“Saya juga mendapat informasi jika masih banyak dana insentif pelayanan covid yang belum  dituntaskan hingga terjadi aksi protes bahkan demo yang dilakukan para tenaga medis. Ini miris sekali,” singgungnya.

Ia mengingatkan untuk para pejabat tidak mengambil apa yang bukan menjadi hak dan jangan pernah mengurangi ataupun menahan hak seseorang.

“Saya pikir banyak yang berharap persoalan insentif ini bisa segera dituntaskan dan menyerahkan kepada yang punya hak. Jangan sampai terjadi di Nabire terjadi ditempat lain dan rumah sakit sepatutnya menjadi rumah pelayanan  kemanusiaan yang bebas dari korupsi,” tutupnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Lima Distrik se Wilayah Walak Sepakat Berikan Sanksi Adat bagi Pelaku Karhutla

Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…

12 hours ago

Transisi Hingga Tumpulnya Lini Depan Jadi Evaluasi

Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…

13 hours ago

Materi KUA-PPAS Telah Diserahkan ke DPRP

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…

13 hours ago

Alex Belum Fit dan David Masih Menyesuaikan

Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…

14 hours ago

Bawa 1,7 Kg Ganja, Dua Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

   Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…

14 hours ago

Bima Ragil Bidik Kebangkitan di Laga Berikutnya

Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…

15 hours ago