Categories: BERITA UTAMA

Masih Siaga, Sembilan Orang Jadi Tersangka

Anggota Polri saat melakukan patroli di Kabupaten Asmat pasca kericuhan akibat pelantikan Bupati di daerah tersebut, Kamis (4/3). ( FOTO: Kapolres Asmat for Cepos)

JAYAPURA- Sebanyak 20 personel Brimob asal Merauke tiba di Kabupaten Asmat pasca kericuhan usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Asmat yang dilakukan di Gedung Negara, Provinsi Papua, Rabu (3/3).

Dalam kericuhan tersebut terjadi pengerusakan Aula kantor bupati, kediaman bupati serta beberapa rumah warga yang dilakukan oleh sekelompok massa yang berjumlah sekira 200-an orang.

Kapolres Merauke Asmat AKBP. Dhani Gumilar menyebutkan, situasi di wilayah hukumnya sudah aman terkendali. Pihaknya telah melakukan rapat dengan OPD dan pemerintah daerah. “Intinya kami memberikan pengamanan kepada masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengimbau masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Asmat,” ucap Dhani Gumilar saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (4/3).

Dikatakan, kendati sudah aman. Polres Asmat tetap siaga satu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebagai wujud pelayanan terhadap masyarakat anggota di lapangan tetap melakukan patroli seperti biasa.

Terkait dengan 11 orang yang diamankan saat kericuhan, Dhani Gumilar menyebutkan sudah dilakukan pemeriksaan secara marathon. Bahkan penyidik Satuan Reskrim Polres Asmat sudah menetapkan 9 orang sebagai tersangka dalam kasus pengerusakan kantor bupati dan kediaman bupati Asmat. 

“Kesembilan orang tersangka tersebut saat ini telah ditahan di Rutan Mapolres Asmat dan  tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penyekatakan agar warga di beberapa Distrik yang ada di Asmat tidak masuk  ke Agats untuk menimbulkan aksi.

Secara terpisah Bupati Asmat Elisa Kambu menyayangkan terjadinya aksi tersebut. Seharusnya tidak terjadi aksi pengerusakan yang merugikan masyarakat sendiri. Sebab, Pilkada tahun 2020 di Asmat berjalan sesuai dengan asas demokratis. 

“Kami berharap seluruh masyarakat  bersatu untuk membangun Kabupaten Asmat menjadi lebih baik lagi. Tugas pertama saya dan wakil adalah menyatukan segala elemen masyarakat yang terpecah belah karena perbedaan sikap politik selama Pilkada,” pungkasnya. (fia/nat) 

newsportal

Recent Posts

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

59 minutes ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

2 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

14 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

22 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

23 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

1 day ago