

Pembantu Rektor III, Septinus Saa bersama ketua Institut Hijau Indonesia, Chalid Muhammad dan para pemateri ketika membuka kegiatan tentang krisis iklim yang digelar di Auditorium Uncen, Senin (2/12). (FOTO:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Ketua Institut Hijau Indonesia (IHI) Chalid Muhammad mengatakan saat ini beberapa daerah di Indonesia termasuk Papua sedang menghadapi tiga krisis utama yaitu krisis iklim, pemanasan global, dan kehilangan keanekaragaman hayati. Kondisi ini terjadi karena pola pembangunan yang semakin masif, bahkan baru baru ini pemerintah telah menggagas sejumlah proyek stategis nasional (PSN) yang tentunya akan merusak hutan dengan skala yang cukup besar.
Papua menjadi hutan terakhir yang ada di Indonesia, jika kita tidak menjaganya dengan baik, maka akan menjadi ancaman serius bagi kehidupan masyarakat Papua kedepan,” ujarnya saat menghadiri acara seminar nasional di Auditorium Uncen, Senin (2/11).
Chalid mengatakan papua memang tengah bermasalah dengan ketahanan pangan dan sumber daya alam, akan tetapi persoalan ini baiknya tidak mengorbankan banyak hal terutama perusalan lingkungan sebab itu akan berdampak pada kehidupan masyarakat dalam jangka waktu yang cukup lama.
“Silahkan pemerintah buka program swasembada pangan di Papua tapi harus hati hati, jangan sampai program ini mendatangkan mal petaka untuk lingkungan hidup,” imbuhnya.
Ia pun mengingkatkan generasi muda terutama mahasiswa diberbagai perguruan tinggi salah satunya Univesitas Cendrawasih harus meningkatkan rasa kepedulian untuk menjaga alam Papua. Sebab hutan Papua saat ini sedang membutuhkan campur tangan manusia yang peduli akan kehidupannya.
“Kami berharap melalui seminar nasional dengan tema alram krisi iklim dialog kaum muda ini, akan menumbuhkan rasa kepedukian teman teman mahaiswa uncen untuk menjaga alam Papua ini dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu Wakil Rektor III Uncen, Septianus Saa mengapresiasi BEM Uncen sebab dengan ide dan gagasan maka kegiatan yang dikemas dengan dialog tersebut dapat berlangsung secara baik.”Kami harap melalui seminar ini akan mendorong para mahasiswa untuk peduli terhadap masalah lingkungan,” tuturnya.
Tapi juga lanjut Septianus akan ada mahasiswa Uncen yang akan tergabung didalam Green Leadership sehingga kampanye tentang peduli lingkungan terus digaungkan kepada generasi muda lainnya di tanah Papua.
“Kegiatan ini sangat penting karena dapat menambah wawasan mereka (Mahasiswa red) tentang isu isu lingkungan, melaui forum ilmiah seperti ini akan menjadi rekomendasi kepada pemerintah untuk membuat kebijakan,” jelasnya.
Page: 1 2
Perkara dugaan penganiayaan yang dilakukan Anggota Brimob Bripka MS terhadap Siswa Mts yang berujung tewas…
Toni mengungkapkan, kondisi tersebut bisa berdampak pada penyesuaian tarif layanan, berkurangnya pilihan paket dengan harga…
Kejadian tersebut diketahui setelah menerima informasi dari Direktorat Samapta Polda Sulsel terkait adanya keluhan korban…
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh, mengajak masyarakat untuk…
AMADAN bukan sekadar menahan haus dan lapar dari fajar hingga senja. Ia adalah madrasah ruhani…
Kata Abisai, kebijakan tersebut diterbitkan guna menjaga stabilitas keamanan, ketentraman, ketertiban, serta kenyamanan umat Muslim…