

Natalius Pigai (FOTO: Pigai For Cepos)
JAYAPURA-Mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengatakan pihaknya tidak bisa menerima alasan berpulangnya aktivis Papua Merdeka Filep Karma. Terkait meninggalnya di Pantai Base G, Ia mengatakan kepergian almarhum dinilai banyak kejanggalan dan ini tidak bisa di terima.
“Sebagai pembela HAM tdk bisa menerima kematian Pilep Karma,” katanya kepada Cenderawasih Pos, melalui pesan Whatsappnya Kamis, (3/11) kemarin.
Ia mengatakan kematian tokoh Papua tersebut menimbulkan banyak pertanyaan bagi masyarakat Papua dan masyarakat dunia sehingga harus diusut tuntas. “Kematiannya yg meninggalkan tanda tanya rakyat Papua dan dunia,” katanya.
Hal sama dikatakan anggota Tim Kerja United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Markus Haluk, pada saat momen pemakaman almarhum di tempat pemakaman umum Waena ia mengatakan kasus kematian Filep Karma harus di investigasi independen.
“Kami dorong agar segera lakukan investigasi independen Kematian Filip Karma, dan kasus ini harus di buka,” katanya di sambut keluarga dan ribuan rakyat Papua dengan kata sepakat. (oel/wen)
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…
Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …
Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…