Categories: BERITA UTAMA

Jumlah Pengungsi Mulai Berkurang

ANTRE: Sejumlah pengungsi saat mengantre mengambil makanan di Makodim 1702/Jayawijaya, kemarin. ( FOTO : Denny/Cepos)

WAMENA-Jumlah warga yang mengungsi di Makodim 1702/Jayawijaya dan Mapolres Jayawijaya pasca aksi anarkis 23 September 2019 mulai berkurang. 

Berkurangnya jumlah pengungsi tersebut selain karena eksodus keluar Kabupaten Jayawijaya, ada juga yang memilih kembali ke rumahnya masing-masing setelah kondisi keamanan di Jayawijaya mulai kondusif. 

Dandim 1702/ Jayawijaya, Letkol Inf. Candra Dianto mengakui berkurangnya jumlah warga yang mengungsi di Makodim 1702/Jayawijaya. 

Menurut Candra, awalnya jumlah warga yang mengungsi di Makodim mencapai 3.500 orang dan hingga Kamis (3/10) sudah berkurang menjadi 2.500 orang. 

Berkurangnya jumlah warga yang mengungsi di Makodim menurut Chandra beberapa di antaranya turun ke Jayapura. 

 “Kalau yang saya lihat kebanyakan pengungsi di Kodim sudah mulai ke tempatnya masing-masing.  Apalagi tadi ada kerja bhakti membersihkan puing-puing bangunan yang dibakar dan warga juga sudah melihat sendiri keamanan yang mulai kondusif,” ungkapnya,Kamis (3/10). 

Dikatakan, dalam kerja bhakti yang dikoordinir Pemkab Jayawijaya, pengungsi kaum pria di Makodim semuanya dilibatkan. Sehingga mereka bisa melihat situasi keamanan secara nyata di lapangan.

“Setelah para pengungsi tadi kita ikutkan, ada pembicaraan di antara mereka untuk kembali ke rumahnya masing-masing, apabila aliran listrik di daerah Hom-hom bisa kembali dinyalakan. Untuk itu, bupati sudah meminta PLN untuk diperbaiki sesegera mungkin,” ujarnya.

Dandim mengatakan, kemungkinan besar setelah aliran listrik pulih, masyarakat yang mengungsi akan kembali ke rumahnya masing-masing. Sebab sejak aksi massa meletus, aliran listrik terganggu akibat adanya gardu listrik yang dibakar. Kondisi ini yang membuat warga enggan kembali ke rumahnya.

“Selama ada pengungsian kita akan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena bagaimana pun mereka masih keluarga kita yang ada di Wamena. Untuk itu, kewajiban TNI adalah mengatasi kesulitan warga di sekelilingnya,” pungkasnya.

Secara terpisah Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya juga mengakui mulai berkurangnya jumlah pengungsi di Mapolres Jayawijaya. “Jumlah pengungsi di Mapolres awalnya sekira 2.500 orang. Saat ini tinggal 1.400 orang. Jadi ada sekira 1.000-an orang yang kembali ke rumahnya atau meninggalkan Wamena,” jelasnya.

Warga yang mengungsi ke Mapolres Jayawijaya menurut Tonny Ananda kebanyakan berdomisili di pinggiran kota. Mereka kebanyakan pelaku usaha, sehingga kemungkinan besar sudah banyak yang kembali melakukan aktivitas usahanya. 

“Aktivitas ekonomi dalam kota sudah kembali pulih. Oleh sebab itu, pengungsi yang merupakan pelaku usaha juga sudah kembali beraktivitas,” pungkasnya. (jo/nat)

newsportal

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

14 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

15 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

16 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

17 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

17 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

18 hours ago