Categories: BERITA UTAMA

Pangdam Ingatkan Selalu Waspada dan Siap Siaga!

JAYAPURA-Pasca penyerangan Posramil Kisor, Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat yang menyebabkan empat anggota TNI gugur dan lainnya luka luka, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono mengingatkan prajurit TNI yang bertugas di Papua agar selalu waspada dan siap siaga.

“Jangan pernah lengah! Selalu berkoordinasi yang baik dengan Polri untuk bersinergi menjaga keamanan dan komunikasi yang konstruktif dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama di tempat prajurit bertugas,” ungkap Pangdam Ignatius Triyono saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (3/9).

Sementara itu, Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey mengatakan, kelompok penyerangan Posramil Kisor diduga kelompok yang pernah melakukan penembakan terhadap Kapolres Aimas.

Terhadap tindakan ini, Komnas HAM menyayangkan adanya penyerangan yang brutal mengakibatkan empat aggota TNI gugur dan ada yang luka luka.

“Terhadap peristiwa ini negara harus ada, dan ketika kehadiran TNI-Polri dalam jumlah yang banyak untuk upaya penegakan hukum mengakibatkan masyarakat sekitar akan menjadi ketakutan karena adanya operasi,” terang.

Frits berharap, operasi nantinya dilakukan secara terukur dan jangan menimbulkan korban baru. Ia juga menyerukan jika ini dilakukan struktrur dari OPM, mestinya para panglimanya bertanggung jawab.

“Ada kelompok yang namanya OPM yang memiliki sayap militer TPNPB, lawan mereka adalah TNI-Polri. Kelompok ini akan melakukan banyak upaya untuk kemudian bisa mendapatkan senjata sekaligus menunjukan eksistensi sebagai kelompok sipil bersenjata,” papar Frits.

Untuk itu lanjut Frits, semua pos TNI-Polri harus tetap bersiaga. Selain bersiaga, fungsi intelijen harus tetap dikedepankan untuk melakukan proteksi terhadap sel sel dari kelompok sipil bersenjata.

“Tindakan mereka ini memberi pesan kuat seluruh pos TNI-Polri yang ada di papua harus tetap waspada, karena ada kelompok sipil bersenjata yang menunjukan eksistensi mereka dihampir semua tempat dimana mereka berada,” tuturnya.

Komnas HAM juga meminta TNI-Polri untuk terus melakukan upaya penggalangan, melakukan pendekatan dengan para tokoh dan selalu melibatkan otoritas sipil berupa bupati, lurah, kepala kampung dengan mitranya.

“Upaya panjang dalam menyelesaikan masalah papua menjadi sebuah tindakan, bukan hanya slogan,” ungkap Frits. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

5 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

7 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

10 hours ago

Dipicu Masalah Asmara, Dua Kelompok Warga di Merauke Saling Serang

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…

12 hours ago

Lautan Batu Apung Kepung Pantai Hamadi

Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…

14 hours ago

Nasib Ratusan Mahasiswa Penerima Beasiswa SUP Terancam

  Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…

20 hours ago