“Kita juga malu kalau penanganannya seperti ini terus. Harus ada langkah serius dan menyeluruh,” katanya. Dalam kunjungan resesnya ke sejumlah wilayah di Papua Tengah seperti Nabire dan Timika, Komarudin mengaku telah meminta pemerintah daerah untuk mengumpulkan data dan informasi terkait berbagai insiden yang terjadi.
Ia menyebut, laporan sementara menunjukkan adanya korban dari kalangan masyarakat sipil, sementara jumlah aparat keamanan di wilayah pedalaman juga disebut semakin bertambah. “Informasi yang saya terima, keberadaan pasukan di pedalaman makin banyak. Bahkan ada laporan penggunaan fasilitas umum seperti sekolah atau kantor dinas untuk pos keamanan. Ini perlu diklarifikasi,” ujarnya.
Komarudin menilai, persoalan keamanan di Papua telah berlangsung lama dan cenderung berulang dari waktu ke waktu tanpa penyelesaian yang tuntas. “Sejak dulu situasinya seperti ini dan terus berulang. Ini harus dievaluasi,” tutupnya. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan audiens dengan Manajemen, Nakes dan honorer atau pegawai…
Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui…
Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran…
Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan…
Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…