“Kita juga malu kalau penanganannya seperti ini terus. Harus ada langkah serius dan menyeluruh,” katanya. Dalam kunjungan resesnya ke sejumlah wilayah di Papua Tengah seperti Nabire dan Timika, Komarudin mengaku telah meminta pemerintah daerah untuk mengumpulkan data dan informasi terkait berbagai insiden yang terjadi.
Ia menyebut, laporan sementara menunjukkan adanya korban dari kalangan masyarakat sipil, sementara jumlah aparat keamanan di wilayah pedalaman juga disebut semakin bertambah. “Informasi yang saya terima, keberadaan pasukan di pedalaman makin banyak. Bahkan ada laporan penggunaan fasilitas umum seperti sekolah atau kantor dinas untuk pos keamanan. Ini perlu diklarifikasi,” ujarnya.
Komarudin menilai, persoalan keamanan di Papua telah berlangsung lama dan cenderung berulang dari waktu ke waktu tanpa penyelesaian yang tuntas. “Sejak dulu situasinya seperti ini dan terus berulang. Ini harus dievaluasi,” tutupnya. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo, Akso Balingga menyusul aksi demonstrasi pelajar yang…
Kedatangan aparat gabungan ini merupakan bagian dari eksekusi Operasi Antik Noken 2026 yang digelar Kepolisian…
Operasi yang dikemas dalam bentuk Patroli Gabungan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) tersebut dipimpin langsung…
Kegiatan ditutup secara resmi melalui sambutan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang dibacakan oleh Asisten…
Denny menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang mengatur penggunaan Dana Tambahan Otsus melalui program-program yang…
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari dalam kegiatan…