Categories: BERITA UTAMA

56 Tahun Berkarya di Papua, Pastor Frans Lieshout Tutup Usia

Jenazah Pastor Frans Lieshout, OFM., saat disemayamkan di salah satu biara di Amsterdam, Belanda, Jumat (1/5). (FOTO: Ino For Cepos)

JAYAPURA-Berita duka datang dari seluruh umat Katolik di Papua, dimana Pastor Frans Lieshout, OFM yang telah mengabdikan hidupnya menjadi misionaris telah meninggal dunia di tanah kelahirannya di Belanda, Jumat (1/5). 

Pastor kelahiran 15 Januari 1935 ini telah menghabiskan waktunya selama 56 tahun untuk mengabdi di tanah Papua sejak tahun 1963. Sebagian besar hidupnya dihabiskan di Lembah Baliem Wamena Kabupaten Jayawijaya, kurang lebih 26 tahun.

Vredigando Engelberto Namsa, OFM mengatakan bahwa Pastor Frans Lieshout menjadi misionaris di Papua pada tahun 1963 dan memulai masa tugasnya di Waris, Kabupaten Keerom. Tugas ini pada dasarnya sebagai bagian dari penyesuaian sebelum berkarya. Setelah itu, pada tahun 1963-1964 menjadi Sekretaris II di Keuskupan Jayapura.

Lebih lanjut Namsa menjelaskana, pada tahun 1964-1967 Pastor Frans Lieshout menjadi Pastor Paroki di Paroki Musatfa Balim.  Setelah itu pada tahun 1967-1973, ditugaskan menjadi Pastor Paroki di Bilogay Kabupaten Intan Jaya dan selanjutnya pada tahu 1973-1983 menjadi Rektor SPG Taruna Bhakti (sekarang dikenal sebagai SMA Taruna Bhakti). 

Pada tahun 1985-1996 Pastor Frans Lieshout menjadi Pastor Dekan Dekenat Jayapura yang merangkap sebagai Dosen STFT Fajar Timur. Setelah itu, pada tahun 2002-2007 ditugaskan sebagai pastor Paroki  di Paroki Biak. 

Pada tahun 2007-2019 memasuki masa pensiun. Sebagai bentuk kencintaannya kepada orang Balim, Pastor Frans Lieshout memutuskan untuk kembali ke Balim dan tinggal di sana untuk menikmati masa pensiunnya,” jelasnya melalui siaran pers yang diterima cenderawasih pos, Sabtu (2/5).

Namsa mengatakan, selama tinggal di Lembah Baliem, Pastor Frans Lieshout telah menulis buku Sejarah Gereja Katolik di Lembah Baliem, Kamus Bahasa Baliem, dan buku-buku yang lainnya. Penulisan karya ini dibantu oleh petugas pastoral di Lembah Baliem.

“Pada tanggal 17 Oktober 2019 Pastor Frans Lieshout pamit dari Lembah Baliem untuk pulang kembali ke Belanda. Pada tanggal 28 Oktober 2019 Pastor Frans Lieshout resmi meninggalkan Papua untuk selanjutnya kembali ke Negeri Kincir Angin Belanda,” katanya.

Namsa menyatakan, Pastor Frans Lieshout telah berkarya di Papua selama 56 tahun. Ini merupakan sebuah waktu berkarya yang begitu lama, sehingga Pastor Frans Lieshout banyak mengenal orang Papua dan orang Papua banyak yang mengenalnya, bahkan mencintainya layak sebagai seorang bapak sendiri di bumi cenderawasih.

“Terima kasih Pastor Frans Lieshout, terima kasih untuk jasa baikmu dan terima kasih untuk contoh hidup yang engkau berikan kepada semua umat Katolik di Papua dan terima kasih atas karya dan pengabdianmu di tanah Papua,” ucapnya. (bet/nat) 

newsportal

Recent Posts

Sambut Musim Baru, Manajemen Persipura Temui Rahmad Darmawan

Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadwalkan pertemuan khusus dengan pelatih yang akrab…

6 hours ago

Wadanyon Kodap XVI Yahukimo Dibekuk di Bandara Dekai

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat sebagai…

7 hours ago

Dihuni Masyarakat Heterogen, Stabilitas Keamanan Jadi Prioritas

Ketua LMA Port Numbay George Arnold Awi, menegaskan bahwa Kota Jayapura adalah rumah bersama yang…

7 hours ago

Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Diputus Bebas

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Justice dan Peace menyambut baik putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi…

8 hours ago

Dari Lab Sederhana di Dok II, Lahir Harapan Baru Tenaga Kesehatan Papua

“Kampus ini dibangun untuk menjawab masalah kesehatan di Papua yang belum selesai-selesai,” ungkap mantan Kepala…

9 hours ago

Film Pesta Babi Bikin Publik Bertanya, Ada Apa dengan Papua?

Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kedai Kopi One Milly, kawasan Skylan, Kota Jayapura, Selasa…

10 hours ago