Categories: BERITA UTAMA

Resah, Taman Kampung Nelayan Ditutup Warga

Dianggap Kerap Dijadikan Lokasi Transaksi Ganja

JAYAPURA – Kampung Nelayan yang berada di pinggiran pesisir Hamadi Distrik Jayapura Selatan setiap tahunnya menggelar event Festival Kampung Nelayan. Lokasi yang dibangun tahun 2018 ini dulunya sempat ramai dikunjungi warga ketika belum banyak cafe di pinggiran pantai. Setelah itu warga dari luar juga masih ada yang berkunjung walau hanya sekedar foto-foto.

Hanya saja hampir 1 bulan ini ternyata warga mengaku resah dengan aktifitas di lokasi tersebut terutama di malam hari. Di lokasi yang berada di atas  laut ini disinyalir kerap dijadikan lokasi transaksi narkoba jenis ganja. Wargapun sepakat untuk menutup dengan memagari pintu masuk dari kedua sisi.

“Sudah tau to, yang jelas warga khawatir karena lokasi itu (Taman Kampung Nelayan) sering dipakai untuk hal-hal yang terlarang,” kata Aleks warga sekitar kepada Cenderawasih Pos, Minggu (1/12).

Dikatakan lokasi ini jika siang memang sepi namun jika sudah gelap apalagi jam – jam kecil maka dipastikan ada banyak aktifitas yang menimbulkan keresahan. Warga di kampung nelayan ini mengaku cukup paham dengan kegiatan malam ini karena tidak jarang dilakukan transaksi narkoba.

“Tidak hanya narkoba, kadang terjadi keributan, perkelahian dan gangguan lainnya. Warga akhirnya tidak nyaman makanya kami sepakat untuk menutup pintunya dan ini sudah hampir 1 bulan,” tambahnya.

“Sebenarnya ini untuk menjaga-jaga saja. Kami sudah sering laporkan ke lurah dan aparat tapi tidak ada kelanjutan,” imbuhnya.

Ajiz warga sekitarpun membenarkan itu, ia menyatakan setelah pintu taman ditutup  kini warga lebih tenang karena tak ada keributan saat malam.

“Ini lebih baik. Dulu selalu mengganggu,” ungkapnya.

Terkait peredaran ganja di Kampung Nelayan ini Cenderawasih Pos juga pernah mengamati beberapa anak muda yang terang – terangan menghisap ganja di  sekitar Taman Kampung Nelayan. Asap dari ganja tentu berbeda dengan asap rokok dan ketika itu ada sekelompok anak remaja yang melakukan. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

9 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

17 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

18 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

20 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

21 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

22 hours ago