Categories: BERITA UTAMA

Momentum Hari Pancasila, Dua Guru Besar Uncen Jadi Pengibar Bendera

Sebagaimana Pancasila sebagai Ideologi bangsa, namun saat ini berbagai pihak sedang berupaya merong-rong persatuan itu atas dasar kepentingan pribadi. Banyak orang yang berupaya mencederai sejarah, banyak orang yang berusaha membangun ideologi baru atas dasar suku agama, ras maupun golongan. Sehingga akibatnya konflik baik tingkat elit maupun akar rumput terjadi dimana-mana.

Kondisi seperti ini jika dibiarkan berlarut, maka akan berpengaruh pada keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Oleh sebab itu dimomentum ini mereka sebagai guru besar atau pejabat tertinggi di dunia akademisi ingin menunjukan dan membuktikan kepada masyarakat bahwa Pancasila masih ada dan akan selalu ada untuk kedaulatan bangsa.

“Kami ingin membuktikan kepada seluruh masysrakat indonesia bahwa kita harus tunduk pada pancasila sebagai ideologi bangsa ini,” tegasnya.

Diapun mengatakan upaya untuk merong-rong idoelogi bangsa bukan hanya terjadi pada kehidupan masyarakat, namun juga terjadi pada dunia kampus. Dimana berbagai pihak mencoba untuk membangun ideologinya sendiri atas dasar kepentingan pribadi maupun suatu golongan.

Biasanya terjadi karena perbedaan pandangan politik. Untuk menyatukan perbedaan itu, maka tugas seorang dosen terutama mereka sebagai guru besar wajib memberikan edukasi dan pamahaman bagi para mahasiswa salah satunya dengan melibatkan diri sebagai petugas pengibaran sang pusaka serta yang tidak kalah penting melalui proses pembelajaran di dalam ruang kelas.

“Perbedaan boleh boleh saja, dan itu baik untuk pembangunan bangsa ini ke depan, tapi sebagai tenaga pengajar tugas kami terus dan terus memberikan edukasi bagi para mahasiswa agar Pancasila ini tetap menjadi landasan dan pijakan bagi mereka kedepan,” tambah Lefaan.

Diapun mengatakan karena momentum hari Pancasila ini bersamaan dengan momentum politik, maka diharapkan bagi semua calon pemimpin di Papua untuk berkomitment menjadikan Pancasila sebagai landasan dasar untuk pembangunan daerahnya masing masing.

“Tapi juga menjadi landasan berfikir untuk pembangunan bangsa Indonesia ke depan. Sebagaimana pemimpin adalah corong masyarakat, maka wajib bagi siapapun yang akan menjadi pemimpin di Papua wajib mengkukuhkan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia,” tutup Lefaan. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Komisi III DPRP Audiens dengan Manajemen RSUD MeraukeKomisi III DPRP Audiens dengan Manajemen RSUD Merauke

Komisi III DPRP Audiens dengan Manajemen RSUD Merauke

Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan audiens dengan Manajemen, Nakes dan honorer atau pegawai…

7 hours ago

Kapolda Papua Tengah Dorong Pemkab Intan Jaya Bangun Mapolres

Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui…

8 hours ago

Kepiting Bakau Timika Ekspor Perdana ke Malaysia

Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran…

9 hours ago

Stama Ops Polri Soroti CCTV dan Minimnya Steward

Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan…

10 hours ago

Tindak Tegas Anggota yang Langgar Prosedur

Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…

11 hours ago

Cek Stadion LE, DPRP Siap Dukung Pemulihan

Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…

12 hours ago