Categories: BERITA UTAMA

Banyak Warga Non Papua Diselamatkan Anak Asli Papua

BANTU: Seorang warga asli Papua membantu menyelamatkan sejumlah warga non Papua saat konflik di Wamena, Senin (23/9) lalu.  Kodim 1702/Jayawijaya for Cepos

WAMENA-Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua memastikan bahwa saat konflik aksi anarkis yang terjadi di Wamena, Senin (23/9) lalu, tidak semua anak asli Papua mendukung aksi anarkis tersebut dan membenci saudaranya warga non Papua. 

Hal ini terbukti dari peran aktif masyarakat asli yang ikut membantu memasang badan di depan massa untuk menyelamatkan warga non Papua.

Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua, Befa Yigibalom mengakui jika dalam kesempatan ini dirinya ingin menyampaikan kepada seluruh suku bangsa yang ada di Pegunungan Tengah Papua terutama di Kabupaten Jayawijaya, dimana pasca kejadian anarkis, ratusan bahkan ribuan warga non Papua diselamatkan oleh anak asli daerah di Kota Wamena.

Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua, Befa Yigibalom

“Aksi mereka melakukan penyelamatan kepada warga pendatang ini tentunya harus diberikan apresiasi. Ini membuktikan jika tidak semua anak asli daerah di Pegunungan Tengah Papua ini membenci masyarakat non Papua. Mereka sangat mengasihi maupun familiar,” ungkapnya, Rabu (2/10) kemarin.

Menurut Befa Yigibalom yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lanny Jaya, dalam aksi heroiknya menyelamatkan warga non Papua, anak asli daerah sampai menanggalkan pakaiannya untuk menjaga pertokoan milik warga non Papua. 

Hal ini dibuktikan dengan kondisi bangunan di bagian barat dan timur kota Wamena yang tidak terbakar, karena anak aksi Pegunungan Tengah Papua pasang badan.

“Di tengah terbakar. Timur dan barat tidak terbakar, karena anak daerah kami pasang badan menghalau keberutalan massa. Untuk itu, saya ingin memberitahukan seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke bahwa penduduk di Pegunungan Tengah Papua ini penuh dengan kasih dan mereka melindungi,” tegasnya. 

Menurut Befa Yigibalom, peristiwa 23 sepetember kemarin itu sangat disesalkan. Kejadian itu menurutnya  pekerjaan setan  yang begitu cepat seperti petir, sehingga aparat keamanan maupun masyarakat tak bisa membaca. Namun yang perlu diingat, bahwa seluruh warga non Papua di Pegunungan Tengah Papua khususnya Jayawijaya itu dilindungi.

“Tak hanya banyak keselamatan dari warga non Papua yang dilindungi, fasilitas mereka juga banyak yang dilindungi oleh anak –anak daerah Pegunungan Tengah Papua,” tuturnya.

Sebagai Ketua Asossiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua, Befa Yigibalom mengucapkan terima kasih khusus kepada warga asli yang sudah menyelamatkan warga non Papua. Dimana mereka yang sudah rela berkorban menyelamatkan saudara-saudaranya dari luar pada saat ada setan yang berkeliaran, bisa didata.

“Kami juga berterima kasih kepada warga non Papua yang sekalipun masih dalam trauma, namun sampai dengan hari ini saya lihat perekonomian mulai lancar kembali. Banyak warga non Papua yang jarak rumahnya 1 Km dari kota sudah mulai membuka kios, bengkel dan lain-lain. Untuk itu, atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan terima kasih kepada warga non Papua yang mau kembali menjadi pelaku ekonomi,”bebernya.

Ia berharap warga non Papua yang sudah kembali melakukan aktivitas perekonomian, pantas diberikan apresiasi, sehingga usaha yang dilakukannya ini akan semakin baik. Semakin aman damai dan bisa menjadi berkat bagi sesama, 

“Warga non Papua yang  saat ini diharapkan bisa menjadi berkat bagi orang asli Pegunungan Tengah Papua dan juga orang asli Papua atau anak asli daerah juga bisa menjadi berkat bagi saudaranya warga non Papua. Jadi saya harapkan kita hidup di sini saling mengasihi tanpa membedakan suku, ras dan agama,”tutupnya. (jo/nat)

newsportal

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

4 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

5 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

6 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

7 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

8 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

8 hours ago