

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri berjalan bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan dan Danlanud Silas Papare Marsma TNI M. Dadan Gunawan di Mapolda Papua Koya Koso dalam peringatan HUT POlri ke 77 Sabtu (1/7) lalu). (FOTO: Gamel/Cepos)
JAYAPURA-Selama semester I 2023, Polda Papua melakukan enam operasi terpusat maupun kewilayahan. Penanganan kasus menonjol lainnya seperti penangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dengan total sebanyak 75 kasus dimana dari jumlah ini ada juga korban dari TNI Polri maupun masyarakat.
Masyarakat sipil justru yang paling banyak dengan 10 korban jiwa. “Kontak senjata dan dari aksi – aksi yang dilakukan KKB selama ini menimbulkan korban jiwa dan warga sipil paling banyak,” katanya.
Namun ada juga 6 orang prajurit TNI yang gugur dengan 5 orang luka – luka. Kemudian ada 1 anggota Polri yang meninggal dan 2 luka serta 10 orang masyarakat meninggal dan 19 orang terluka.
Sedangkan korban dari KKB sebanyak 1 orang. “Mencermati situasi kamtibmas yang kemungkinan masih akan terjadi di semester 2 adalah gangguan KKB. Kami mengingatkan untuk seluruh pasukan siap dan harus bisa menyelesaikan persoalan – persoalan dikemudian hari,” imbuhnya.
Kasus lain yang ditangani Polda adalah penyalahgunaan Senjata Api (Senpi) dan bahan peledak (Handak) yang berhasil disita di wilayah hukum Polda Papua dan Polres jajaran sebanyak 142 perkara.
“Dengan refleksi tengah semester ini, diharapkan Polda Papua dapat terus meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tanah Papua serta memperkuat sinergi dengan seluruh komponen masyarakat,” pinta Kapolda Fakhiri.
Secara internal dikatakan Polda juga terus berbenah, mulai dari memperbaiki system pelayanan publik, diperbaiki mulai fungsi reskrim, fungsi intelijen, fungsi lalu lintas, fungsi samapta, dan fungsi binmas dengan melakukan perubahan peningkatan pelayanan.
“Patroli rutin juga dilakukan termasuk sosialisasi kepada masyarakat, sekolah, komunitas sebagai bagian dari pemolisian yang proaktif. Kami berharap dari catatan di atas tadi kondisi Papua akan lebih baik untuk sama – sama mendukung pembangunan di tanah ini,” tutup Kpaolda Fakhiri. (ade/wen)
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…