Categories: BERITA UTAMA

Bom Peninggalan Perang Meledak, Lima Orang Tewas

BIAK– Sebuah ledakan dahsyat mengguncang kawasan padat penduduk di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, tepat di samping Kantor Dinas Perikanan, Pusat Kota Biak, Papua, pada Minggu (31/5) sore sekitar pukul 15.00 WIT. Ledakan hebat iini diduga kuat dipicu oleh tindakan salah seorang warga yang nekat menggergaji sebuah bom aktif peninggalan Perang Dunia (PD) II. Akibat ledakan ini, 5 orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Lima orang tersebut adalah Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25) Israel Raubaba (7), Isril Raubab (5). Kelima jenasah langsung dilarikan ke RSUD Biak dan telah dikuburkan di TPU Surido Biak Kota. Dari jumlah ini aparat masih mencari Yulianus Rubaba (26), Lai Madura (45) dan Anis Marandof (27).

Menurut warga, kekuatan ledakan yang terjadi di pinggiran pantai ini terbilang sangat masif. Detik-detik mencekam saat ledakan terjadi bahkan terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di area Pelabuhan Biak dan videonya viral di media sosial. Warga melaporkan bahwa runtuhan material dan bunyi dentuman terdengar sangat keras dan dirasakan oleh warga yang berada di Kampung Baru, Distrik Samofa.

Tim gegana Brimob Polda Papua saat melakukan pembersihan dan evakuasi beberapa puing-puing termasuk bom yang masih tersisa di lokasi kejadian, Minggu (31/5)

“Getarannya kuat sekali, mirip gempa bumi. Pas dicek di media sosial, ternyata ada ledakan dari arah pantai (Kampung Yenures),” ujar Idris saat berada di lokasi memantau karena menjadi pusat perhatian warga. Mengingat lokasi kejadian merupakan kawasan pemukiman yang padat penduduk, dampak kerusakan terlihat sangat parah. Dari foto dan video amatir yang beredar, tampak puing-puing bangunan rumah warga hancur berantakan dan rata dengan tanah.

Kondisi pemukiman yang cukup padat membuat risiko dampak ledakan menjadi sangat rentan, yang diduga menjadi penyebab tingginya angka korban jiwa dalam waktu singkat. Tak lama setelah ledakan terjadi, aparat kepolisian dari Polres Biak Numfor langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas langsung memasang garis polisi (police line) untuk mensterilkan area dari kerumunan warga guna mengantisipasi adanya serpihan berbahaya atau potensi ledakan susulan.
Aparat kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak mendekati lokasi ledakan menyusul proses sterilisasi dan penyisiran yang masih dilakukan petugas pascaledakan.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kerentanan Sosial Muncul ketika Masyarakat Tidak Menghargai Budaya Setempat

   Perda ini mewajibkan seluruh bangunan dan fasilitas publik di wilayah Kota Jayapura untuk memasang…

9 hours ago

Rental Playstation Pasar Entrop Jadi Kedok Jualan Ganja dan Miras

   Saat melakukan pemantauan di kawasan Pasar Los Entrop, petugas mencurigai sebuah tempat usaha rental…

10 hours ago

Asosiasi Peternak Ayam Petelur Minta SE Gubernur Papua Dijalankan

  Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat…

11 hours ago

Pemuda Katolik Harus Teguh dalam Iman, Nyata dalam Karya

   Abisai menegaskan bahwa Pemuda Katolik merupakan salah satu pilar penting bagi gereja dan bangsa,…

12 hours ago

Pemkot Berangkatkan 16 Warga Untuk Umrah Gratis

Suasana haru dan penuh syukur mewarnai pelepasan 103 calon jamaah umrah asal Kota Jayapura yang…

16 hours ago

Pikul Senjata, Dua Jenderal Turun Langsung ke Lokasi Pembakaran Pesawat

Tak tanggung-tanggung agenda ini sampai melibatkan dua jenderal yang langsung turun ke TKP. Salah satunya…

17 hours ago