Categories: BERITA UTAMA

Sakit Stroke, Kasat Lantas Polres Mamteng Dievakuasi ke RS Bhayangkara

Tenaga medis Rumah Sakit Bhayangakara menggunakan APD saat mengevakuasi pasien dari pesawat yang selanjutnya akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara sesuai surat rujukan RSUD Lukas Enembe Kobakma Kabupaten Mamberamo Tengah di Sentani, Kamis (2/4). (FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA- Kepolisian Daerah (Polda) Papua melakukan evakuasi terhadap Kasat Lantas Polres Mamberamo Tengah Iptu Pius Olahasan yang sakit dari Mamberamo Tengah ke Bandara Udara Sentani menggunakan pesawat carteran Cesna Caravan AMA PK – RCB, Kamis (2/4).

Pesawat carteran Cesna Caravan AMA PK – RCB yang membawa Iptu Pius langsung pasrkir di landasan apron PT. AMA Bandar Udara Kelas I Utama Sentani, Kabupaten Jayapura. Terlihat tenaga medis Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat mengevakuasi pasien dari pesawat yang selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara sesuai surat rujukan RSUD Lukas Enembe Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal menyampaikan, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memerintahkan kepada Kabid Dokkes dan Kapolres Mamberamo Tengah untuk segera membawa personel yang sakit tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara dan segera lakukan perawatan dengan sebaik-baiknya.

“Ini menunjukkan begitu besar perhatian Kapolda Papua terhadap personel-personelnya yang mengalami musibah. Kami doakan personel yang mengalami sakit tersebut dapat secepatnya sembuh,” ucap Kamal.

Dikatakan, personel Polri yang sakit tersebut merupakan Kasat Lantas Polres Mamberamo Tengah Iptu Pius Olahasan. Dimana yang bersangkutan mengalami stroke Hemorrhagic yang diderita cukup lama dan sempat mendapat perawatan sekitar 2 minggu di RSUD Lukas Enembe, Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah.

“Dengan dirujuknya ke RS Bhayangkara, personel tersebut mendapatkan perawatan medis yang lebih baik sehingga dapat sembuh dan kembali melaksanakan tugas mulia, untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” ucapnya.

Sebelum pasien sakit bersama beberapa orang pengikut turun dari atas pesawat tersebut dilakukan pemeriksaan suhu tubuh oleh pihak AMA menggunakan alat pendeteksi. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

8 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

16 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

17 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

19 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

20 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

21 hours ago