Categories: BERITA UTAMA

Tidak Ada Kelaparan di Amuma

TOLIKARA– Ketika ditanya soal kondisi disana, Angganita Mandowen dengan tegas membantah jika tidak ada bencana kelaparan di Distrik Amuma.

“Tidak ada. Mereka (masyarakat) tidak ada kelaparan di sana. Mereka hanya kekurangan karena sibuk dengan Kelapa Hutan. Jadi lambat tanam. Dan kalau sakit juga warga hanya menderita ISPA karena mereka sibuk dengan kelapa dan suhu cuaca seperti itu,” papar Angganita.

Bupati Jemput Langsung Dua Nakes di Amuma

Cerita epik dan heroik terjadi saat proses evakuasi para Nakes yang menjadi korban aniaya KKB di Amuma tersebut. Setelah mengetahui masih ada Dua orang Nakes lokal yang terpaksa ditinggalkan dan masih berada di Amuma, karena jumlah kursi pesawat yang terbatas, Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli langsung meminta pilot pesawat Pilatus Potter untuk mengantarnya dan kembali ke Amuma untuk menjemput mereka.

Setelah melalui proses dialog yang serius antara keduanya, sang pilot yang orang asing itu menyanggupinya. Tim bersama Bupati Didimus Yahuli akhirnya kembali terbang ke Amuma dengan kesepakatan melihat kondisi dari udara dengan beberapa kali memutar dan mendarat jika situasi memungkinkan.

Sampai di tujuan, tim dan pilot memutuskan mendarat dan mengevakuasi Nakes yang tersisa disana.
Masyarakat yang haru dengan kehadiran Bupati menyambut dengan penuh sukacita.

Sekitar 30 menit bersama masyarakat di Amuma dan melihat langsung kondisi kebun warga dan bahan pangan, Bupati Didimus Yahuli dan rombongan bersama Dua Nakes lokal terbang kembali menuju Dekai, ibukota Yahukimo.

“Saya sudah datang ke Amuma melihat sendiri kondisi disini. Ternyata tidak ada sama sekali kelaparan dan masyarakat semua baik-baik saja. Beras bantuan masih ada, bahan pangan lokal juga relatif cukup. Jadi tidak ada kelaparan disini,” tegas Didimus Yahuli saat berada di lapangan terbang Amuma.

Bupati Didimus dalam kesempatan itu juga meminta semua pihak agar tidak lagi menyebarkan berita bohong tentang kelaparan di Amuma.

“Orang yang pertama menyebarkan berita bohong hingga menjadi pemberitaan dan viral, dia harus juga bertanggungjawab. Sekarang yang terjadi tenaga Nakes yang datang ikut menjadi korban penganiayaan KKB. Kami kutuk apa yang dilakukan KKB pada Nakes ini,” pungkasnya. (*/humas)

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago