

Pelayanan kesehatan di RSUD Dok II pada Kamis (29/8) dimana terlihat seorang lansia terbaring di atas tempat tidur. Dinkes menyebut Monkeypox berpeluang masuk di Papua. (foto: Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyebut Monkeypox atau penyakit infeksi akibat virus yang ditandai dengan bintil bernanah di kulit berpeluang masuk di bumi cenderawasih. Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr.Aaron Rumainum saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (30/8).
“Penyakit ini berpeluang masuk di Papua selagi masih ada aktivitas penerbangan dari luar ke Papua begitu juga sebaliknya dari Papua ke luar,” ucap dr Aaron.
Ia menjelaskan, penyakit ini umumnya terjadi akibat kontak dengan primata, seperti monyet, dan hewan pengerat seperti tikus, tupai, atau hamster yang terinfeksi. Monkeypox juga bisa menular dari orang ke orang.
Monkeypox ditandai dengan gejala berupa pembengkakan kelenjar getah bening, yang biasanya terjadi di rahang bawah, leher, dan selangkangan. Mpox juga disertai gejala yang mirip dengan cacar air, terutama ruam atau bintil berair di dada, wajah, hingga bagian dalam mulut dan hidung.
“Yang perlu diantisipasi adalah menjaga kebersihan, perilaku hidup sehat, meningkatkan kewaspadaan dini serta cek kesehatan jika merasa sakit dan lainnya,” kata dr Aaron.
Terkait dengan Monkeypox, dr Aaron mengatakan Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran tentang peningkatan kewaspadaan terhadap Mpok di pintu masuk pelabuhan dan bandar udara yang melayani lintas domestik di wilayah.
“Surat edaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait peningkatan kewaspadaan penyakit ini,” ujarnya. Ia pun mengimbau masyarakat untuk mencai informasi kasus Monkeypox, dengan begitu mereka bisa mengantisipasinya. Tetap menggunakan protokol kesehatan, cuci tangan dan lainnya.
“Dinkes Papua hingga saat ini terus memantau perkembangan situasi dan informasi lewat kanal kanal resmi untuk pencegahan dan deteksi. Jika ditemukan adanya kasus maka melaporkannya sesuai dengan definisi operasional lalu berkoordinasi dengan laboratorium kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan…
Tim yang diturunkan ke Wamena saat ini dari Menko Polhukam, BNPB, Danrem 172/ PWY, PLN…
Kepala BPS Jayawijaya Arther Purmiasa menyatakan Pada Bulan September 2026, terjadi inflasi sebesar 3,28 persen…
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini…
Akibat kecelakaan tersebut, satu dari sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas…
Poster yang beredar luas di media sosial tersebut sempat memicu keresahan warga Timika. Narasi di…