

Olah TKP dan evakuasi jenazah dari alm. Michelle Kurisi Doga di TKP yang berada di Kampung Kolawa, Distrik Kolawa, Kab. Lanny Jaya
WAMENA-Aktifis HAM Jayawijaya Theo Hesegem menilai jika perlu di kroscek kembali pelaku pembunuhan Michelle Doga Kurisi dari siapa yang mengantar, apa visi dan misinya serta siapa yang memfasilitasi seorang wanita untuk masuk bertemu TPNPB.
Theo Hesegem mengakui pihaknya merasa prihatin atas kejadian yang menimpa Michelle Doga Kurisi , sebab ia merupakan perempuan dan mendapat perlakuaan seperti itu sangat tidak manusiawi, tapi diharapkan TPNPB harus bicara terbuka dan klarifikasi mungkin melalui video agar menerangkan hal ini benar dilakukan oleh mereka atau ada pihak –pihak lain.
“Kejadian ini bentuknya kriminal, sehingga kalau ada oknum lain yang melakukan dan mengatasnamakan TPNPB atau memang TPNPB yang melakukan ini perlu diklarifikasi juga oleh Karena itu TPNPB juga harus bicara terbuka,”ungkapnya Jumat (1/9) saat ditemui di Bandara Cargo Wamena.
“Dari Video yang beredar itu ada laki-laki hanya sana wajah dari para pelaku itu tersembunyi dan tak bisa di klarifikasi, namun saat itu menunjukan seorang wanita yang tak berdaya di perlakukan dengan cara yang tidak manusiawi semua kita prihatin,”jelasnya
Lanjut Theo Kalau Pembunuhan Michelle ini dicurigai dilakukan oleh TPNPB itu dia di berikan peringatan untuk pulang kalau pun korban punya visi lain yang dicurigai oleh TPNPB dan kemudian menghilangkan nyawanya tak bisa diperlakukan seperti itu.
“Keluarga pasti tahu korban dari Jakarta ke Jayawijaya visi misinya apa ada visi terselubung ada atau tidak semua tidak ada yang tahu, bahkan pada saat peristiwa ini terjadi 3 Polres yakni Jayawijaya, Lanny Jaya dan Nduga taka da yang tahu,”bebernya
Ia sendiri tidak tahu siapa yang menfasilitasi Korban untuk masuk ke TPNPB berani sekali ingin bertemu dengan mereka dan siapa yang antar, kalau kita bicara hukum harus di cari siapa yang antar,visi dan misinya seperti apa atau visi orang tertentu harus terungkap semua sebab Michelle ini kasian harus menjadi korban hingga meninggal dunia dengan cara yang tidak tidak manusiawi.
“Orang-orang yang terlibat dalam perjalanan, dan pendampingan terhadap Korban ada visi dan misi tertentu itu semua harus terungkap untuk memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban, karena keluarga bertanya mengapa Michelle seperti ini, tapi ada orang yang damping dan fasilitasi,”jelasnya
“Mereka mengeluarkan pengakuan membunuh orang itu selalu terbuka atau terang –terangan , tapi kalau kita lihat videonya yang Nampak hanya di kaki saja, muka semua tertutup dan TKP terlalu rapi, sehingga saya akan bicara dengan keluarga korban dan kasus ini harus terungkap, keluarga juga sudah serahkan kasus ini pada kepolisian oleh sebab itu Polda Papua harus siap harus mengungkap pelaku,”tutupnya. (jo)
Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze mengingatkan para kepala distrik untuk melaksanakan tugas dengan optimal serta…
Kapolres Boven Digoel melalui Kasat Reskrim AKP Ishak O. Runtulalo menyampaikan, laporan awal diterima pihaknya…
Polsek Wamena Kota memastikan dua korban pencurian dan kekerasan (curas) terhadap dua saudara DW dan…
Pemkab Jayawijaya meminta konflik yang melibatkan dua kelompok masyarakat harus dihentikan. Wakil Bupati Jayawijaya Ronny…
elajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Merauke antusias…