Categories: BERITA UTAMA

Dinas PUPR Rampungkan Pembangunan Gapura Cenderawasih di Ring Road

JAYAPURA- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua telah merampungkan pembangunan Gapura Cenderawasih di Ring Road wilayah Pantai Hamadi. 

Hal ini dikonfirmasi sendiri oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, Girius One Yoman, saat meninjau sendiri pembangunan Gapura Cenderawasih di Ring Road – Pantai Hamadi, Rabu (1/9) kemarin.

“Pekerjaan pembangunan Gapura Cenderawasih di Ring Road – Pantai Hamadi sudah selesai. Tinggal 5 persen termasuk pembersihan. Jadi, sementara sedang pembersihan. Gapura Cenderawasih sengaja kami bangun karena di Ring Road wilayah Hamadi sendiri merupakan  ikon wisata bagi masyarakat di Kota Jayapura,” ungkap Girius One Yoman, Rabu (1/9) kemarin.

Yoman menyebutkan, Gapura Cenderawasih yang dibangun ini juga menekankan kesan welcome atau selamat datang bagi para pengunjung di Kota Jayapura. Dalam hal ini, termasuk bagi para atlet, ofisial, maupun kontingen PON dari berbagai daerah di Indonesia.

“Burung Cenderawasih merupakan hewan endemik yang menjadi identitas tanah Papua, serta merupakan kebanggaan masyarakat Papua. Gapura Cenderawasih kami bangun di sini sebagai ungkapan selamat datang atau welcome bagi para pengunjung di Kota Jayapura,” jelasnya.

“Terlebih, dalam menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON), Gapura Cenderawasih ini menjadi ungkapan selamat datang bagi para atlet dan kontingen PON dari berbagai daerah yang datang berkunjung ke Papua, khususnya di Kota Jayapura. Mereka bisa juga berfoto di sini sebagai kenang-kenangan mereka pernah mengunjungi Papua, khususnya Kota Jayapura,” sambungnya.

Pengembangan pembangunan di wilayah Pantai Hamadi menurut Yoman, sudah masuk dalam perencanaan Dinas PUPR Provinsi Papua. Ini sekaligus menjadi rencana jangka panjang ke depan yang disiapkan Pemprov Papua.

“Kami melihat bahwa Teluk Youtefa ini menjadi ikon Papua, secara khusus Kota Jayapura. Dimana menonjolkan destinasi wisata bagi para wisatawan, baik wisatawan lokal, nusantara, maupun mancanegara,” ungkapnya.

Kedepan direncanakan pengembangan pembangunan pariwisata di kawasan Teluk Youtefa, tepatnya di wilayah Holtekamp hingga Hamadi, dengan menonjolkan nilai-nilai budaya masyarakat adat.

“Kedepan, kami buka pembangunan dengan tentunya mengaplikasikan simbol-simbol budaya yang m memiliki ciri khas dan identitas. Kita buka dari pintu masuk wilayah pantai Holtekamp dan Pantai  Hamadi,” tambahnya.

“Kami buat wilayah ini, sehingga ke depannya itu menjadi wilayah yang indah, dan masyarakat asli yang memiliki wilayah ini pun menjadi bangga,” pungkasnya. (gr/nat)

newsportal

Recent Posts

Pesawat Dibakar, Pilot Ditembak, Pelaku Langsung Berpose

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…

20 hours ago

Marinus Yaung: KKB Tidak Akan Mendapat Dukungan dan Simpati Asing

Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…

21 hours ago

Presiden Perlu Evaluasi Operasi Keamanan di Papua

Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…

22 hours ago

Singgung Demo Ditahan, Konvoi Bola Dibebaskan

Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…

23 hours ago

Okto Disebut Sebagai Wakil Komandan TPNPB-OPM

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…

1 day ago

Cetak Sawah Baru di Sota Masih Terkendala Penolakan Warga

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan,   secara…

1 day ago