Categories: BERITA UTAMA

Sambangi Jayapura, Dedi Mulyadi Ingatkan Pembangunan Jangan Hilangkan Identitas

JAYAPURA- Sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang selama ini hanya bisa dilihat di media sosialnya baik Youtube, Instagram dan Tiktok, pada Jumat (29/5) kemarin akhirnya bisa dilihat dari dekat.

Ya, pria yang biasa disapa Bapa Aing ini menyambangi Kota Jayapura untuk mengikuti kegiatan Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III Tahun 2026. Dalam forum bertema “Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains” itu, Dedi lebih banyak menyoroti persoalan Papua, mulai dari konflik sosial, perlindungan alam dan budaya, pembangunan berbasis kearifan lokal, hingga masa depan generasi muda Papua.

Menurut orang nomor satu di Jawa Barat ini, pembangunan Papua harus tetap berpijak pada identitas budaya dan kehidupan masyarakat adat. “Tata ruang Papua harus dikembalikan pada tata ruang berbasis semesta dan budaya. Karena Papua dibangun untuk orang Papua,” kata pria yang biasa disapa KDM ini di Aula Papua Youth Creative Hub.

Ia mengingatkan Papua perlu belajar dari dampak industrialisasi di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat, yang menurutnya tidak hanya menghadirkan pertumbuhan ekonomi tetapi juga menyebabkan masyarakat kehilangan tanah dan ruang hidup. “Kita belajar dari industrialisasi di Jawa Barat. Ada kemajuan, ekonomi meningkat, tetapi banyak orang kehilangan tanahnya,” ujarnya.

KDM itu menilai pendekatan terhadap Papua tidak bisa hanya mengedepankan strategi pembangunan dan kepentingan ekonomi semata, melainkan harus dibangun dengan rasa menghargai masyarakat adat. “Memahami orang Papua harus dengan perasaan. Cinta harus bertemu dengan cinta, tidak bisa bertemu strategi dan taktik,” katanya.

Dedi juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan masyarakat Papua dengan alam sebagai bagian dari identitas dan kekuatan hidup masyarakat adat. Menurutnya, masyarakat Papua akan kehilangan jati diri apabila dipisahkan dari lingkungan dan tanah adatnya. Dalam kesempatan itu, Dedi mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Papua sejak pertama kali mengunjungi wilayah tersebut pada 2016 lalu.

Ia bahkan mengaku terharu melihat keindahan alam Papua hingga menulis lagu berjudul Surga di Tanah Papua. “Saya melihat masih ada yang original di negeri ini, namanya Papua. Di tempat kami, kami sudah tidak bisa mendapatkannya lagi,” ujarnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

KPK Temukan Potensi Pemborosan Anggaran Rp691,6 Miliar

Maruli mengatakan, praktik transaksional dalam pengisian jabatan harus dihentikan karena telah berulang kali menyeret kepala…

9 hours ago

Pejabat Banyak Korupsi, Mental Dilayani Jadi Satu Biangnya

Fenomena maraknya pejabat publik yang terjerat kasus korupsi dan menghiasi berbagai media massa belakangan ini…

11 hours ago

Tahun Ini Pemprov Siapkan Kapal Subsidi

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua, Muflih Musaad, mengatakan pemerintah…

13 hours ago

Nama Asing Dianggap Keren Padahal Identitas Lokal Bisa Jadi Alat Tangkis

Pelan namun pasti pembangunan di Jayapura terus melaku dan kian pesat. Hanya saja di tengah…

15 hours ago

BTM : Kita Tetap Dukung Owen

Ketua umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan manajemen menghormati keputusan Owen Rahadiyan yang melepas…

17 hours ago

Persipura Punya Pelatih Baru

Tim Persipura Jayapura sudah dipastikan akan kedatangan pelatih kepala baru. Ini setelah juru taktik musim…

2 days ago