Categories: BERITA UTAMA

Kasus Korupsi PON Dianggap Tebang Pilih

“Jika Kejati Papua tidak juga memanggil nama-nama yang sudah disebutkan para saksi di kursi persidangan, maka kasus ini sebatas tebang pilih,” ujarnya.

Kata Anthon, jika ada yang tidak tuntas dalam proses penegakan hukum dalam kasus dugaan korupsi dana PON. Ini akan menjadi pertanyaan publik bahwa Kejaksaan Tinggi Papua tidak berani menyeret aktor utama dalam kasus ini.

“Kenapa demikian ? Karena dimungkinkan orang-orang itu memiliki kekuasaan,” kata Anthon.

Oleh sebab itu sambung Anthon, nama-nama yang disebutkan para saksi di persidangan harus diseret ke meja persidangan jika Kejaksaan Tinggi Papua benar-benar mau menegakan hukum dalam kaitan penggunaan dana PON.

“Tidak ada alasan bagi Kejati Papua untuk tidak menyeret orang-orag yang sudah disebutkan namanya,” tantangnya.

“Saya menantang Kejati Papua apakah berani menyeret sejumlah orang-orang yang sudah disebutkan namanya di persidangan, beranikah mereka ? Jika tidak, maka kita minta hakim membebaskan semua terdakwa dalam proses hukum di pengadilan,” tegasnya.

Anthon pun meminta masyarakat ikut memantau kasus ini, sebab anggaran yang digunakan merupakan uang rakyat. Sebelumnya, Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Tinggi Papua, Nixon Mahuse mengatakan, berdasarkan keterangan fakta persidangan. Pihaknya telah memeriksa ajudan dan driver Ketua PB PON berinisial YW. Atas pemeriksaan itu, penyidik menyita satu unit Hp Samsung.

“Dari keterangan supir Ketua Harian PB PON di BAP, dia diberikan gaji sebesar Rp 4 jutaan/bulan. Dia juga mengaku pernah terima uang dari saudari Eka Kambuaya untuk diantarkan kepada YW, jumlahnya ada yang Rp 2,5 miliar dan ada juga Rp 400 juta. Namun dia tidak menjelaskan uang itu diperuntukkan untuk apa,” beber Nixon saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telfon selulernya, Rabu (26/3). (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pasca Penembakan, Enam Kapal Logistik Dikawal KetatPasca Penembakan, Enam Kapal Logistik Dikawal Ketat

Pasca Penembakan, Enam Kapal Logistik Dikawal Ketat

Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…

1 day ago

14 Pelaku Kerusuhan di Stadion LE Ditahan

Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…

1 day ago

Polres Dogiyai Pastikan Korban Tewas Anggota KKB

Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…

1 day ago

Hindari Konflik, Fokus Cari 26 Korban Hanyut

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…

1 day ago

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

1 day ago

Tidak Laksanakan Tugas, Gaji 18 Guru di Bulan April Tidak Dibayarkan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…

1 day ago