Categories: BERITA UTAMA

Nama Kopi Tua Dikaitkan Dengan Peristiwa di Anggruk dan Pendulangan

JAYAPURA-Kepala Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz, (Kasatgas ODC) Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan terhadap seorang guru Rosalia Sogen di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo. Ia memastikan bahwa sejak kaburnya narapidana Kopi Tua Heluka dari Lapas Wamena, pihaknya telah memprediksi akan terjadi aksi kekerasan di wilayah tersebut.

Kopi Tua Heluka diketahui merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yahukimo yang selama ini kerap melakukan tindakan kekerasan di wilayah pegunungan Papua. Berdasarkan rekam jejak tersebut, Satgas ODC menduga kuat bahwa kelompok Kopi Tua berada di balik sejumlah kekerasan terbaru, termasuk pembunuhan guru asal Nusa Tenggara Timur, Rosalina Rerek Sogen, yang terjadi pada Maret lalu.

“Begitu saya menerima informasi bahwa Kopi Tua kabur dari Lapas Wamena, saya langsung berpikir akan ada kejadian di Yahukimo. Sehari setelah ia kabur, saya langsung kirim pasukan kesana. Dan benar saja, saat tim tiba di Yahukimo, terjadi pembunuhan di Anggruk. Dugaan saya terbukti, hanya saja kita tidak bisa memprediksi lokasi pasti dia akan beraksi,” kata Brigjen Faizal di ruang kerjanya, Selasa (29/4).

Menurutnya, Distrik Anggruk selama ini dikenal sebagai wilayah yang cukup aman, sehingga insiden yang menewaskan seorang guru menjadi pukulan mengejutkan bagi banyak pihak. Untuk itu, Satgas ODC langsung mempertebal pasukan di Yahukimo sebanyak satu peleton guna mengantisipasi eskalasi kekerasan.

Serangkaian kekerasan juga terjadi terhadap para pendulang emas disejumlah titik di Yahukimo. Meski pelaku belum teridentifikasi, Faizal menyebut pola kejadian sangat mengarah pada kelompok Kopi Tua Heluka.

“Setelah peristiwa Anggruk, tidak lama kemudian terjadi pembunuhan terhadap pendulang emas. Pola-pola seperti ini sudah kami antisipasi sejak awal, hanya lokasi aksinya yang sulit ditebak,” jelasnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

10 hours ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

11 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

12 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

13 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

14 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

15 hours ago