Categories: BERITA UTAMA

Nama Kopi Tua Dikaitkan Dengan Peristiwa di Anggruk dan Pendulangan

Satgas ODC kini menetapkan Yahukimo sebagai zona merah kekerasan bersenjata pasca kaburnya Kopi Tua dari tahanan.

Hal tersebut juga telah diperkuat dengan pernyataan resmi Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin beberapa waktu lalu. Meski demikian, pihak kepolisian tetap optimis akan segera menangkap pelaku-pelaku di balik serangkaian kekerasan ini, termasuk Kopi Tua Heluka.

“Dia pasti berpindah tempat, tapi yakinlah, cepat atau lambat, dia akan tertangkap kembali,” tegas Brigjen Faizal.

Brigjen Faizal juga mengharapkan partisipasi masyarakat dalam membantu aparat mengungkap pelaku kekerasan di wilayah Yahukimo. Ia menegaskan bahwa aparat tidak akan berhenti memburu pelaku sampai mereka ditangkap.

“Contohnya Kopi Tua, dua tahun dia beraksi di Yahukimo, tapi akhirnya kami berhasil menangkapnya. Sekarang kami masih pelajari pergerakannya. Tidak mungkin dia sembunyi di tempat yang sama,” pungkas Faizal.

Sementara Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Yahukimo, Okto Kambue, mendesak aparat Kepolisian untuk segera mengungkap pelaku pembunuhan dan pembacokan terhadap sejumlah guru dan Nakes di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Ia menilai pengungkapan ini penting untuk mengetahui aktor di balik aksi kekerasan tersebut.

“Sejak Injil masuk ke Tanah Papua, khususnya di Anggruk pada tahun 1962, wilayah ini dikenal aman dari ancaman Organisasi Papua Merdeka (OPM) maupun tindakan kekerasan lainnya. Kejadian ini sangat mengejutkan dan menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat,” kata Okto melalui sambungan telepon kepada Cenderawasih Pos, Senin (28/4).

Okto mengaku khawatir kejadian ini menjadi sinyal bahwa ancaman OPM mulai merambah ke wilayah Anggruk, yang selama ini dianggap kondusif. Untuk itu. Oleh sebanya ia meminta aparat keamanan segera mengungkap siapa pelaku di balik aksi tersebut.

“Saya berasal dari Dapil Anggruk, dan lahir besar di anggruk, saya sangat tau daerah ini tidak pernah kenal yang namanya OPM. Oleh sebab itu saya minta aparat keamanan segera mengungkap siapa pelaku di balik kekerasan di Anggruk, supaya jelas apakah benar dilakukan OPM atau ada pihak lain yang mengatasnamakan OPM,” tegasnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Optimalkan Semua Aset, Kembangkan Usaha yang Ada dan Jajaki Peluang BaruOptimalkan Semua Aset, Kembangkan Usaha yang Ada dan Jajaki Peluang Baru

Optimalkan Semua Aset, Kembangkan Usaha yang Ada dan Jajaki Peluang Baru

Ada satu pekerjaan besar yang kini menanti di meja Direktur Utama PT Irian Bhakti Papua,…

6 hours ago

Pemkab Merauke Siapkan Penanganan Korban Kebakaran di Wanam

Bupati Merauke Yoseph  Bladib Gebze mengatakan, pihaknya telah menerima laporan mengenai peristiwa kebakaran yang terjadi…

6 hours ago

Polda Papua Uji Coba MBG Pola Prasmanan

  Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus P. Siregar mengatakan, uji coba ini merupakan bagian…

7 hours ago

Warga Mimika Diimbau Tidak Konsumsi Air Hujan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengimbau warga untuk tidak menampung maupun mengonsumsi air…

7 hours ago

Sidak Kantor Dukcapil, Rustan Saru: Bebas Pungli dan Calo!

   Langkah peninjauan langsung ini dilakukan oleh wakil walikota Jayapura itu guna mengevaluasi kualitas pelayanan…

8 hours ago

Revitalisasi Pasar Youtefa untuk Akselerasi Ekonomi

  Menurut Rustan, pihaknya meminta kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindagkop) dan UKM agar mendukung…

9 hours ago