Categories: BERITA UTAMA

ULMWP Minta Media Hati-hati Terkait Klaim Penembakan

Benny Wenda  ( FOTO: ULMWP for Cepos)

JAYAPURA-Aksi penembakan yang diduga dilalukan oleh anggota  TPNPB di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika mendapat tangapan serius dari United Liberation Movement for West  Papua (ULMWP) 

Ketua ULMWP, Benny Wenda kepada Cenderawasih Pos menyampaikan belasungkawa atas  enam orang yang ditembak di Kuala Kencana. Dimana salah satu korban yaitu karyawan PT. Freeport Indonesia warga negara New Zealand tewas dalam penembakan, Senin (30/3). 

Benny mengatakan, TPNPB diduga mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Namun ULMWP mendesak media internasional untuk memperlakukan klaim tentang penembakan dengan sangat hati-hati. 

“Ada sejarah panjang militer Indonesia melakukan pembunuhan, menyamar sebagai orang Papua, untuk membenarkan militerisasinya lebih lanjut, kesepakatan keamanan dan penumpasan. Sejak pembentukannya, ULMWP selalu menganjurkan pendekatan damai untuk konflik politik, dan kami tidak akan membiarkan Negara Indonesia menggunakan insiden ini sebagai alasan lain untuk mendelegitimasi dan mengkriminalisasi kami,” ucap Benny.

Benny menuding, daerah di sekitar tambang Freeport tempat penembakan terjadi, memiliki sejarah panjang operasi bendera palsu Indonesia.  Pada tahun 1996 menurutnya, kerusuhan ‘diatur’ oleh keamanan Indonesia dan mengkambinghitamkan orang Papua untuk mempertahankan kontrak keamanan militer Indonesia yang menguntungkan Freeport.

“Kami selalu menganjurkan metode damai, dalam semua pernyataan kami. Saya dan ULMWP telah menyerukan referendum damai tentang kemerdekaan, yang dilakukan dengan pengawasan internasional. Kami hanya pernah mengadvokasi perlawanan sipil dan pertahanan diri tanpa kekerasan dan West Papua Army menjunjung tinggi prinsip tidak menargetkan warga sipil, sesuai dengan hukum humaniter internasional,” paparnya.

West Papua Army menentang pendudukan ilegal Indonesia dan menurutnya kejadian ini  bukan warga negara biasa. ULMWP mencatat bahwa penembakan di Kuala Kencana dilaporkan telah terjadi dengan cara yang sangat profesional, lebih dari 300 meter kedapatan tanda-tanda kemungkinan operasi pasukan khusus Indonesia .

“Wilayah di sekitar lokasi sangat dijaga ketat oleh pasukan keamanan Indonesia – bagaimana mungkin ini bisa terjadi dengan melewati mereka? Kami terus menyerukan kepada Pemerintah Indonesia untuk terlibat dengan tuntutan kami yang adil dan demokratis. Seperti yang telah kami katakan berulang kali, kami bersedia untuk melakukan negosiasi berdasarkan enam prasyarat kami. Presiden Indonesia telah menolak untuk menanggapi permintaan kami, memperpanjang kekerasan dan penderitaan rakyat saya di West Papua,” paparnya.

Untuk itu, ULMWP menyerukan penghentian sementara kemanusiaan dari konflik bersenjata oleh kedua belah pihak di West Papua. Karena pandemi Covid-19 global. 

“Biarkan para pekerja kemanusiaan membantu melindungi rakyat West Papua dan pemukim Indonesia dari virus ini. Sejauh ini, menurutnya alih-alih mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi rakyat West Papua, Kementerian Dalam Negeri telah menindas upaya Gubernur Papua untuk menghentikan angkutan migran yang masuk, dan Presiden Joko Widodo telah mencegah langkah-langkah yang dilakukan oleh gubernur,” ungkapnya. 

“Kami menyerukan pemerintah Indonesia untuk menganggap serius ancaman Covid-19 sebagai krisis kesehatan masyarakat global, daripada menggunakan penembakan untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan mereka,” sambung Wenda.(oel/nat)

newsportal

Recent Posts

TNI-Polri Petakan Daerah Rawan dan Perkuat Pengamanan di Papua

Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…

16 minutes ago

Danrem Ingatkan Masyarakat Papsel Tidak Terprovokasi di Medsos

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…

1 hour ago

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

2 hours ago

SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…

5 hours ago

Letkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program Satuan

Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…

6 hours ago

Terima Tambahan DAU, Bupati Keerom Layangkan Apresiasi kepada Presiden Prabowo

Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…

7 hours ago