

SENTANI-Pelaku penganiayaan berat berinisial AYF saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Polisipun sudah memeriksa empat orang saksi guna mengusut tuntas kasus itu.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi dari kasus penganiayaan berat yang dilakukan oleh AYF,” kata Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Mackbon saat ditemui media ini di kantor Bupati Jayapura, Selasa (30/6), sore kemarin.
Selain itu pihaknya juga sudah mengagendakan akan melakukan rekonstruksi terhadap kasus penganiayaan berat itu dalam minggu ini. “Kita sudah jadwalkan minggu ini akan di lakukan rekonstruksi,” katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pria berinisial AYF nekat melakukan aksi penganiayaan berat terhadap salah seorang pengusaha meubel hingga korban tewas di tempat setelah ditikam di bagian dada sebanyak dua kali.
Tidak hanya itu, tersangka juga melakukan penganiayaan berat terhadap seorang wanita yang tidak lain merupakan majikannya. Diketahui ketiganya itu terlibat cinta segitiga yang mana wanita yang diketahui berinial DR itu sempat menjalin asmara dengan tersangka yang menjadi sopirnya. Kemudian, DR juga menjalin asmara dengan pengusaha meubel yang berinisal MT yang juga menjadi rekan bisnisnya. Karena terbakar cemburu, AYF kemudian nekat menghabisi DR dan MT yang saat kejadian itu berada disalah satu rumah di komplek pasar lama.(roy/nat)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…