Categories: METROPOLIS

Ketua DPRP: KPU Sulit Bergerak Dengan Dana Terbatas

JAYAPURA – Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw nampak kaget ketika mendengar dana yang dikelola oleh KPU Provinsi sangat terbatas. Dari Rp 9 miliar  yang dianggarkan ternyata dilakukan pemotongan menjadi Rp 7,4 miliar. Dari pemotongan ini KPU Papua juga masih harus melengkapi diri maupun peralatan di lapangan dengan  protokoler kesehatan yang berkaitan dengan covid 19. 

Komisioner KPU Papua bersama Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw serta anggota Komisi I DPR Papua, Laurenz Kadepa berfoto usai melakukan tatap muka di Sekretariat KPU Papua di Entrop, Selasa (30/6).  (Gamel Cepos)

 “Kami melihat KPU sudah siap melakukan tahapan untuk 11 kabupaten namun untuk KPU Provinsi yang menjadi persoalannya adalah minimnya dukungan anggaran,” kata Johny usai melakukan tatap muda dengan komisioner KPU Papua, di sekretariatnya di Entrop, Selasa (30/6). Ia menyebut bahwa dari Rp 9 miliar kemudian dipotong menjadi Rp 7,4 miliar dan dari angka Rp 7 miliar lebih ini KPU Papua masih harus menyiapkan peralatan berkaitan protokoler covid. Artinya ada nilai yang berkurang namun komponen yang bertambah. 

 Selain itu untuk melakukan beberapa kegiatan semisal supervisi, bimtek maupun monitoring dianggarkan hanya Rp 500 juta untuk mengcover kegiatan untuk 11 kabupaten. “Ini bagi kami sangat kecil. Semisal Yahukimo atau Nduga yang harus dilakukan pendampingan, supervisi maupun bimtek dan itu menggunakan dana Rp 500 juta tapi untuk 11 kabupaten, kecil sekali,” bebernya. Selama ini kata Banua rakyat selalu meminta KPU profesional,  adil agar mendapatkan kepala daerah yang betul – betul dipilih oleh rakyat dan berkualitas. 

 Namun untuk memperoleh itu diperlukan kinerja yang baik dan profesional. Nah untuk kesana tentunya perlu dilakukan supervisi maupun bimtek dan lainnya. “Kalau tidak dibekali susah juga KPU kabupaten nantinya. Selain itu telah menjadi rahasia umum jika di KPU juga kadang ada blok – blok dan ini bisa ditepis ketika dilakukan supervisi agar penyelenggara semua profesional dan independen,” beber Banua. Terkait ini pihaknya menyatakan akan mengundang resmi KPU untuk mempresentasekan di depan anggota DPR.

 Sementara Ketua KPU Papua, Theodorus Kosay menambahkan bahwa pihaknya tidak melaksanakan Pilkada tetapi hanya melakukan supervisi, monitoring, bimtek dan rapat koordinasi kepada 11 kabupaten. Ini dilakukan  oleh masing – masing divisi dan itu harus dilakukan. Semua untuk memfasilitasi KPU kabupaten agar Pilkada berjalan baik. “Kami sudah melakukan pemetaan mulai kesulitan termasuk rawan konfliknya seperti apa namun hari ini kami hanya mengantongi anggaran sangat terbatas yakni Rp 7,4 miliar dan kami berharap ini dibantu,” jelas Kosay.

 Nah untuk 11 kabupaten NPAD nya sebesar Rp 484 miliar lebih namun ini sebagian sudah terpakai dan sebagian lagi belum mengingat sebelumnya Pilkada sempat dihentikan pada 21 Maret dan baru kembali digulirkan pada 15 Juni. “Banyak tahapan yang sedang dilakukan namun kami tak bisa melakukan supervisi maupun monitoring sebab anggaran sangat terbatas. Yang bisa terjangkau hanya KPU Keerom dan yang kami lakukan melalui virtual namun jaringan juga tak stabil,” tambah Kosay. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago