

Kombes Pol Faisal Ramdhani (FOTO:Gamel/Cepos)
JAYAPURA – Direskrim Umum Polda Papua, Kombes Pol Faisal Ramadhani menyampaikan bahwa upaya pengejaran dan penangkapan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hingga kini terus dilakukan. Satu persatu pengungkapan ada juga yang menghasilkan nama baru. Dari pengungkapan tersebut Polda Papua mengeluarkan 106 Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Selama 5 tahun ini ada 106 KKB yang kami masukkan dalam DPO. Dari 106 ini kami juga lihat mana yang paling memungkinkan untuk kami tangkap dan dari 106 ini bisa dibilang pentolan – pentolannya sudah masuk semua sedangkan kalau mau dihitung totalnya jumlah KKB ini bisa berkisar sekitar 500 orang,” jelas Faisal saat ditemui di Maxone Hotel Jayapura, Senin (31/1).
Hanya dikatakan jumlah 106 ini merupakan nama – nama yang teridentifikasi sebab masih ada nama – nama lain yang belum teridentifikasi. Polda sendiri kata Kombes Faisal kurun waktu 5 tahun terakhir paling tidak menangani 40-50 perkara khusus KKB. “Tahun lalu strategi penegakan hukumnya lebih pada soft approach akhirnya tidak terlalu kencang namun tahun ini kembali dilakukan penegakan hukum dan yang kami lakukan bukan hanya terhadap KKB nya saja tetapi juga yang mensuport KKB baik mendukung lewat logistic maupun yang lain,” imbuhnya.
Sementara upaya untuk mempersempit ruang gerak selain melakukan pengejaran, polisi juga memasang foto wajah pada DPO ini di kabupaten yang menjadi basis kelompok tersebut. “Kalau di kabupaten – kabupaten malah kami pajang foto – foto DPO nya,” tutup Faisal. (ade/wen)
Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada…
Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Merauke Marwiah Ali…
Marthen mengatakan, aset Penjara Boven Digoel telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya. Namun hingga…
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung atas temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)…
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyiapkan pengembangan cetak sawah baru seluas 1.000 hektar…