Sementara itu, selain teknis, rapat debat kemarin menyepakati sebelas nama panelis yang akan menyusun pertanyaan sesuai tema. Yakni, ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi, pajak perdagangan, pengelolaan APBN/APBD, infrastruktur, dan perkotaan.
Sebelas nama itu adalah Alamsyah Saragih (anggota Ombudsman RI periode 2018–2020), Adhitya Wardhono (ekonom dan pengajar Universitas Jember), Agustinus Prasetyantoko (ekonom dan rektor Universitas Katolik Indonesia Alma Jaya 2015–2023), Fausan Al Rasyid (dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung), dan Handri Saparini (pendiri dan ekonom CORE Indonesia).
Kemudian, Hyronimus Rowa (wakil rektor bidang Akademik dan Inovasi IPDN), Poppy Ismalina (associate professor di Departemen Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM), Retno Agustina Ekaputri (rektor Universitas Bengkulu 2021–2025), Suharnomo (dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro), Tauhid Ahmad (direktur eksekutif Indef dan dosen FEB Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta), serta Yosa Rizal Damuri (direktur eksekutif Center for Strategic and International Studies/CSIS).
Sebagaimana sebelumnya, para panelis akan menjalani karantina mulai hari ini. Selain merumuskan pertanyaan, mereka menandatangani pakta integritas.
Sementara itu, anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty memberikan sejumlah catatan. Dia meminta KPU memastikan tata tertib dipahami semua peserta yang hadir. (far/c7/fal)
Page: 1 2
Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menilai pernyataan Presiden Prabowo tersebut mencerminkan harapan rakyat…
Di sisi lain, Palestina sama sekali tidak dilibatkan dalam proses konsultasi sejak awal pembentukan Board…
Surat yang ditulis dalam bahasa Ngada itu berisi pesan agar sang ibu merelakan kepergian korban,…
“Amar putusan, mengadili, menyatakan permohonan tidak dapat diterima,” ujar Suhartoyo saat membacakan putusan. Dalam pertimbangannya,…
Meski begitu, aktivitas judi online masih melibatkan sekitar 12,3 juta orang yang melakukan deposit melalui…
Artinya, aparatur negara mulai “menabung” untuk pensiun mereka sendiri melalui iuran yang dikelola secara berkelanjutan.…