

Kasie Propam Polres Jayawijaya Aiptu Frans Risamau saat mengambil tindakan kepada anggota yang tak memperhatikan sikap tampang selama bertugas di lapangan Apel Polres Jayawijaya Senin (26/1) kemarin. (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA -Propam Polres Jayawijaya kembali melanjutkan Giat Penagakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiplin), giat tersebut ada 28 anggota Polres Jayawijaya yang harus diambil tingdakan karena melanggar aturan baik dalam menjaga sikap tampang, maupun tidak bisa menunjukkan kelengkapan data data diri.
Kapolres Jayawijaya melalui Plt Kasie Propam Polres Jayawijaya Aiptu Frans Risamau menyatakan setelah beberapa waktu lalu melakukan pemeriksaan, kali ini Gaktiplin terhadap anggota Polres Jayawijaya kembali dilakukan khususnya pemeriksaan kelengkapan data diri pribadi dan Sikap tampang setiap personil Polres Jayawijaya
“Untuk pelaksanaan Gaktiplin ini waktunya tidak kita jadwalkan dan kapan saja bisa dilakukan untuk melihat dan mengingatkan kembali kepada anggota terkait dengan pemeriksaan kelengkapan data diri pribadi dan Sikap tampang,”ungkapnya Selasa (27/1) di Polres Jayawijaya.
Menurut Kasie Propam, dalam Gaktiplin kali ini ada 17 Anggota Polres Jayawijaya yang tak menjaga sikap tampangnya selama melaksanakan tugas, sementara untuk personil yang tak dapat menunjukan kelengkapan data diri pribadi sebanyak 11 Anggota sehingga jumlah total yang ditemukan melanggar 28 personil.
“Bagi anggota yang melanggar kita tetap berikan sangsi yang berbeda, untuk anggota yang tak dapat menunjukan data diri push up 50 kali, dan bagi anggota yang tak memperhatikan sikap dan tampang khususnya rambut yang panjang atau jenggot langsung dipotong di tempat,” tegas Aiptu Frans Risamau.
Page: 1 2
Salah satu sanksi yang berat, yakni menghukum Persipura tanpa penonton dalam laga kandang selama satu…
Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota berhasil mengamankan seorang warga negara asing asal Papua Nugini…
Dalam konferensi pers yang digelar pada, Sabtu (16/5) di Wamena, para mahasiswa menilai konflik tersebut…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, kembali mengingatkan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk menerapkan prinsip…
Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menegaskan komitmennya mempercepat pembukaan akses wilayah terpencil di Papua, khususnya…
LL ditangkap karena diduga memiliki narkotika jenis ganja. Penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait…