Categories: PARIWARA

TK/PAUD Diizinkan Belajar Tatap Muka di Sekolah

JAYAPURA-Wakil Wali Kota Jayapura, Dr Ir. H Rustan Saru, MM melakukan kunjungan ke sejumlah Taman Kanak-Kanak di Kota Jayapura, Rabu (23/03). Dalam kunjungan kali ini, Rustan Saru bersama TNI-Polri, Satpol PP yang tergabugn dalam Satgas Covid-19, memastikan kesiapan sekolah TK untuk melangsungkan belajar tatap muka.

   “Kami dari Satgas Covid-19 berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan, Kabid PAUD dan dewan pengawas sekolah TK/PAUD bahwa mereka juga sudah rindu untuk belajar tatap muka, maka kita tinjau kondisi sekolahnya apa sudah mengikuti standar prokes apa belum,” ujarnya.

  Dari hasil pantauan tersebut didapati bahwa semua sudah terpenuhi dari sisi prokes. “Satu ruangan ada 5, ada 6 dan mereka masuk satu jam dalam sehari. Paling lama satu setengah jam dan dibikin dua shift jadi sudah terpenuhi,” ungkapnya.

  Dikatakan pihaknya awal bulan depan akan melakukan evaluasi covid 19. “Jadi sekarang boleh masuk, ini dalam rangka uji coba. Nanti ketika dilakukan evaluasi covid-19, maka ini akan diusulkan untuk TK dan PAUD bisa melakukan tatap muka,” ujarnya.

  Menurutnya, dampak dari pandemi menjadikan aktivitas pembelajaran sudah tidak efektif lagi. “Mereka rindu ingin belajar, selain itu juga SDM Anak didik ini mulai mengalami kemunduran pengetahuan akibat dampak dari pandemic, sehingga perlu diberikan pencerahan kembali melalui sekolah-sekolah untuk mencapai generasi emas kedepannya,” ujarnya.

  Hal ini agar mencapai generasi unggulan yang memberikan manfaat positif bagi bangsa dan negaranya, ditambah sebentar lagi mereka akan berpindah ke jenjang sekolah dasar. “Sehingga nanti ketika masuk SD tidak lagi kaku dan canggung, tetapi sudah tahu harus berlaku seperti apa, karena di TK akan diberikan metode yang menyenangkan untuk membuka pikiran mereka,” ujarnya.

  Rustan berpesan agar semua anak yang masuk tidak boleh ada yang batuk, flu maupun demam. Semua guru harus vaksin sehingga memiliki imunitas cukup dan anak-anak tidak berkerumun banyak didalam serta menerapkan prokes. “Dalam setiap ruangan maksimal 5 sampai 6 anak, tidak usah banyak-banyak dan menjaga jarak dan dilakukan 2 shift,” ujarnya. (Rhy/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PANDEMI

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

7 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

8 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

9 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

10 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

11 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

15 hours ago