Melanjutkan tren positif tersebut, pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Tolikara berupaya meningkatkan skala pembangunan dengan fokus pada perluasan sarana publik dan administrasi yakni pertama, peningkatan kapasitas perumahan dimana tidak hanya membangun 52 unit tipe 45, pemerintah juga mulai membangun 3 unit rumah tipe 75 serta melakukan pematangan lahan khusus untuk area perumahan ASN, kedua, pemerataan infrastruktur distrik dimana pemerintah bergerak cepat melakukan pembebasan lahan di 9 lokasi distrik untuk pembangunan kantor pemerintahan, guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di pelosok, ketiga, pelestarian budaya dan pendataan akurat dimana selain membebaskan lahan untuk museum GIDI, pemerintah juga mulai menyusun dokumen RP3KP dan melakukan pendataan backlog (rumah tidak layak huni).
Langkah ini diambil agar pembangunan ke depan lebih tepat sasaran dan berbasis data yang valid. Pembangunan ini bukan sekadar angka, tapi upaya nyata kami untuk memastikan setiap warga Tolikara memiliki hunian yang layak dan akses listrik yang memadai.
Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…
–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…
Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…
Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…
Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…
Wakil Komandan Kodaeral XI, Laksma TNI Wawan T. Atmaja, turut mendampingi meninjau langsung lahan ketahanan…