Ia menambahkan pasar untuk produk Keerom nantinya sudah tersedia, di mana para mitra dari Belanda tersebut bertindak sebagai pembeli sekaligus mentor untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar pasar internasional. Finiola menyebutkan potensi besar vanili dan kopi Keerom yang masih sangat alami. Namun, untuk menembus pasar ekspor, diperlukan teknik budidaya yang lebih presisi.
Para ahli dari Belanda akan memberikan pelatihan mengenai teknik pembibitan, pemberian nutrisi, hingga pengaturan pencahayaan matahari agar kualitas komoditas di Keerom seragam dan bernilai jual tinggi. ”Kita ingin anak muda Keerom mencintai pertanian, berani bertani, dan menjadi pelaku usaha yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitarnya,” pungkasnya. (eri/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…