Ia menambahkan pasar untuk produk Keerom nantinya sudah tersedia, di mana para mitra dari Belanda tersebut bertindak sebagai pembeli sekaligus mentor untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar pasar internasional. Finiola menyebutkan potensi besar vanili dan kopi Keerom yang masih sangat alami. Namun, untuk menembus pasar ekspor, diperlukan teknik budidaya yang lebih presisi.
Para ahli dari Belanda akan memberikan pelatihan mengenai teknik pembibitan, pemberian nutrisi, hingga pengaturan pencahayaan matahari agar kualitas komoditas di Keerom seragam dan bernilai jual tinggi. ”Kita ingin anak muda Keerom mencintai pertanian, berani bertani, dan menjadi pelaku usaha yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitarnya,” pungkasnya. (eri/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Suasana di lingkungan Lapas Abepura, Kamis (23/4) terlihat lain dari biasannya. Jajaran Lapas Abepura terlihat…
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria menguraikan sejumlah program…
Untuk itu, Kepala Kakanwil Dijenpas Papua, Herman Mulawarman, menyatakan perang terhadap barang terlarang dan pungutan…
Ketua MRP Nerlince Wamuar menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua (DPRP), dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan larangan keras terhadap aktivitas konsumsi minuman keras (miras) di lingkungan…
Kondisi tim lawan dapat dimanfaatkan oleh penggawa Mutiara Hitam untuk misi tiga poin. Persipura wajib…