

Muhammad Musa’ad (FOTO: gratianus silas/cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua akui pelaksanaan libur Natal harus disesuaikan dengan mekanisme yang ada.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad menjelaskan, untuk Provinsi Papua sendiri pastinya libur dari 22 Desember dan libur ini juga dikarenakan posisi saat ini masih di tengah pandemi Covid-19.
“Meski demikian sudah sepatutnya kita mengikuti instruksi Mendagri, yang mana selama Natal dan Tahun Baru pastinya ada pengetatan-pengetatan yang harus dilakukan, namun terkait isu pemberlakukan PPKM Level 3 Untuk semua Provinsi di Indonesia tidak diberlakukan, karena ketetapan level ini memiliki kriteria masing-masing,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (16/12).
Diakuinya, pemberlakukan PPKM Level 3 hanya untuk daerah-daerah yang masih dalam tahapan level 3, di Papua sudah turun level sampai pada posisi level 1 dan kalau mau diberlakukan PPKM Level 3 akan sangat tidak masuk akal.
“Penerapan level disesuaikan dengan kondisi dari daerah masing-masing, namun demikian kami harap masyarakat tetap bertanggung jawab menjaga diri mereka masing-masing,” terangnya. (ana/ary)
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…