

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes. ketika menyuntikkan vaksin kepada anak usia 5-11 Tahun beberapa waktu lalu. (FOTO: Dinkes Papua For Cepos)
JAYAPURA – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papuadr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengatakan percepatan cakupan vaksinasi terus dilakukan dan saat ini Dinskes Papua telah melakukan vaksinasi anak yang berusia 6-11 Tahun.
“Cakupan vaksinasi untuk Sinovac di papua dari dosis 1.870.850, sebanyak 1.148. 820 sudah disuntikan, atau sebesar 61,4% total cakupan vaksinasi yang menggunakan Sinovac di Papua dan di Papua vaksin terus kita kebut dan ditambah saat ini sudah bisa anak-anak di Vaksin,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (7/1) kemarin.
Untuk cakupan vaksinasi Kota Jayapura tercatat dosis perta sebesar 77,2%, dosis kedua sebesar 55,9%, Kabupaten Jayapura sebesar 71,3% dan dosis kedua sebesar 50,5%.
Sedangkan Kabupaten Mimika 71,2% dosis pertama dan dosis kedua 57,1%, Kabupaten Merauke sebesar 83,5% dosis pertama dan dosis kedua sebesar 63,4% sementara Kabupaten Keerom dosis pertama 73,7% dan dosis kedua 55,7%.
Kenaikan suntikan untuk Kabupaten Jayapura sebesar 189 suntikan, Kabupaten Merauke sebesar 320 suntikan, Kabupaten Mimika sebesar 215 suntikan, Kabupaten Keerom sebesar 36 suntikan dan Kota Jayapura sebesar 311 suntikan.
“Kita harus terus tingkatkan pencapaian vaksin dan ditambah saat ini kita sudah melakukan Vaksinasi terhadap anak” pungkasnya. (ana/gin)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…