Categories: PARIWARA

PKS Sebut Perubahan Harus dari Timur

Rekomendasikan Befa Jigibalom Sebagai Gubernur Papua Pegunungan dan Dinus Wanimbo Sebagai Bupati Tolikara

JAYAPURA – Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe BakarAlhabsy mengaku kagum melihat karakter dan komitmen masyarakat di Tolikara untuk ikut terlibat dalam pesta demokrasi tahun 2024. Moment yang tersisa sepekan ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menunjukkan  siapa sosok yang dianggal layak untuk memimpin daerah.

PKS mengingatkan bahwa penting untuk mencari pemimpin yang betul – betul paham isu akar rumput dan memiliki komitmen teguh untuk mendorong perubahan. Itu seperti yang dicita – citakan PKS selama ini dimana pemimpin hadir dan mendengarkan kemudian mewujudkan apa yang menjadi mimpi masyarakatnya.

Dan pilihan PKS untuk Provinsi Papua Pegunungan ternyata jatuh pada sosok Befa Jigobalom. Sosok yang sudah lama berkecimpung  di dunia politik dan pemerintahan serta dianggap sebagai sosok yang sangat tepat untuk memimpin provinsi.

Sedangkan untuk bupati disebutkan bahwa PKS memberikan rekomendasi kepada Dinus Wanimbo untuk bertarung pada Pibub mendatang. PKS sangat yakin dengan dua sosok ini bisa memenangkan pertarungan dan menjadi pemimpin yang diidam – idamkan masyarakat.

“Kami memilih keduanya, Befa dan Dinus karena keduanya bisa diajak diskusi. Sosok yang mau mendengarkan masukan dan berdialog tanpa canggung,” kata Aboe Bakar  usai menyerahkan rekomendasi kepada keduanya di lapangan upacara Tolikara, Senin (5/2).

Selain bisa diajak ngobrol, PKS dan melihat daya dukung dari rakyatnya juga luar biasa. Selain itu keduanya merupakan sosok yang supel plus fleksibel. “Mungkin karena karakternya begini sehingga dikatakan ia (Befa) sebagai sosok koboy,” imbuhnya.

Aboe Bakar dan rombongan juga melihat langsung proses demokrasi yang ditunjukkan masyarakat Tolikara dimana ribuan orang berkumpul dari dapil masing – masing dan masuk secara bergantian sambil menggendong calegnya kemudian dibawa ke depan panggung.

Aboe Bakar mengaku kagum dan terkesima mengingat cara – cara tersebut terlihat sekali sikap yang tulus dan mendorong berjalannya demokrasi. “Saya sangat mengapresiasi apa yang ditunjukkan masyarakat di Tolikara. Mereka  datang berondong – bondong ke lapangan untuk menunjukkan calegnya masing – masing. Itu luar biasa sekali,” bebernya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Ribuan Warga Intan Jaya Masih Mengungsi

Hanya saja dari banyaknya "pembantu" ini pemerintah diharapkan tak lupa bahwa ada hak dari ribuan…

1 day ago

Kekerasan Bersenjata di Tanah Papua Meningkat

Pembela HAM Papua, Theo Hesegem menyampaikan, konflik bersenjata yang terjadi di berbagai daerah seperti Kabupaten…

1 day ago

Dari Seks Sesama Jenis hingga Pencabulan Anak oleh Orang Tua Kandung

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura melalui layanan P2TP2A…

1 day ago

Para Lansia Juga Bakal Kebagian MBG

Program ini menyasar warga lanjut usia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendirian serta…

1 day ago

Aspirasi Provinsi Papua Utara Bukan “Barang Baru”

Menurut Wilem, sejarah mencatat bahwa gaung pemekaran Papua Utara sudah dimulai sejak tahun 2012. Ia…

2 days ago

Usir Penjual Sayur Keliling, Kadistrik Sentani “Dirujak” Netizen

Dari video yang sudah ditonton ribuan orang ini tak sedikit yang tidak setuju dengan cara…

2 days ago