

Welliam Manderi (FOTO:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mengimbau warga agar tidak melakukan penebangan hutan sembarangan, khususnya pada daerah resapan air yang dapat mengakibatkan tanah longsor dan krisis air di bumi cenderawasih.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Welliam R Manderi menyampaikan, hal ini sangat penting untuk menjadi perhatian bersama baik pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat yang tinggal di daerah resapan air.
“Kita ketahui Papua sedang mengalami krisis air, untuk itu kami mengimbau warga untuk tidak merusak hutan yang menjadi daerah-daerah resapan,”Imbau Manderi.
Menurut Manderi, selain krisis air, juga bisa mengakibatkan tanah longsor pada daerah tersebut. Sebab, tidak ada lagi pohon yang menjadi penahan saat hujan datang.
“Ini harus menjadi perhatian bersama, mengurangi dampak dari bencana alam maka masyarakat jangan malas tau dengan imbauan yang terus kami berikan,” tegasnya.
Dijelaskan Manderi, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi agar menjadi pemahaman bersama pentingnya menjaga hutan dan lingkungan. Terlebih Papua dikenal dengan bencana hidrometeorologi yang mana terjadi fenomena perubahan cuaca ekstrem.
“Kalau kita tidak menjaga maka bisa kekurangan air dan itu menyebabkan bencana. Apalagi ketika terjadi hujan lebat bisa menyebabkan longsor dan lain-lain,” pungkasnya. (fia/gin)
Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…
Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…
Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…
Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…
Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…