Categories: PAPUA TENGAH

Haris Azhar: PSU Papua Harus Dijaga Netralitasnya

JAYAPURA – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Papua yang akan digelar pada tanggal 6 Agustus 2025 diharapkan berlangsung secara netral, adil, dan bebas dari intervensi. Harapan ini disampaikan oleh pendiri LSM Lokataru sekaligus pemantau Pilkada serentak 2024, Haris Azhar, saat ditemui di Jayapura, Rabu (23/7) malam.

Haris menyampaikan bahwa KPU dan Bawaslu Papua memiliki peran krusial dalam menjaga kepercayaan publik. Keduanya diharapkan menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan sesuai aturan yang berlaku.

“Pilkada di Papua harus menjadi ruang kompetisi yang sehat dan bermartabat. Ini momentum penting untuk menunjukkan bahwa demokrasi bisa berjalan dengan baik di tengah tantangan yang ada,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, tantangan dalam pelaksanaan PSU bisa datang dari berbagai arah, termasuk dari mereka yang mungkin memandang proses politik sebagai jalan menuju kepentingan pribadi atau ekonomi.

“Proses ini sebaiknya tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang hanya ingin mengejar kekuasaan atau kepentingan tertentu. Pemilu seharusnya menjadi ajang memilih pemimpin yang benar-benar ingin membangun Papua,” jelas Haris.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya integritas dan ketegasan dari KPU maupun Bawaslu dalam menghadapi potensi kecurangan, baik dari peserta maupun pihak luar. Menurutnya, keberhasilan PSU sangat ditentukan oleh konsistensi penyelenggara dalam menegakkan aturan.

“Yang kita cari adalah sosok pemimpin yang membawa harapan bagi rakyat, bukan sekadar menjalankan agenda kekuasaan. Karena itu, penting bagi penyelenggara untuk tetap fokus pada prinsip keadilan dan keterbukaan,” pesannya.

Haris juga menggarisbawahi bahwa Papua memiliki tantangan tersendiri dalam pelaksanaan demokrasi, mulai dari aspek sosial, ekonomi, hingga keamanan. Ia menyebut bahwa konteks lokal seperti kemiskinan, trauma kekerasan, hingga ketimpangan, membuat proses demokrasi di Papua perlu perhatian ekstra.

“Seringkali Pilkada di Papua tidak hanya menjadi ajang politik, tetapi juga beririsan dengan isu sumber daya alam dan kekuasaan. Karena itu, netralitas dan komitmen semua pihak sangat penting,” ucapnya.

Ia menambahkan, dalam situasi yang belum sepenuhnya ideal secara demokratis, semua pihak diharapkan mampu menjaga integritas agar proses PSU tidak disalahgunakan demi kepentingan sempit.

“Papua membutuhkan pemimpin yang lahir dari proses yang bersih dan dipercaya rakyat. Mari kita jaga agar PSU ini tidak menjadi beban, tapi justru menjadi harapan baru,” tutup Haris.(dil/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

7 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

8 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

14 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

15 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

16 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

21 hours ago