Categories: PAPUA TENGAH

Provinsi Papua Kehabisan Vaksi Covid-19

dr. Aaron Rumainum, M.Kes

JAYAPURA –  dr. Aaron Rumainum, M.Kes., Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengatakan,  khusus untuk vaksin di Provinsi Papua per hari Rabu (24/3) telah habis digunakan.

Yang mana dari ribuan dosis vaksin yang masuk di Papua, telah didistribusikan ke daerah-daerah yang dinilai paling banyak jumlah kasusnya dan yang permintaannya banyak.

 “Cadangan vaksin  di Provinsi Papua telah habis, yakni dari 3.000 lebih vaksin yang ada di provisi, sebanyak 2.430 dosis jenis Sinovac didistribusikan untuk Kota Jayapura, sisanya kami gunakan di provinsi dan hari ini telah habis,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (24/3) kemarin.

 Diakuinya, dalam hal ini tugas Dinkes Provinsi Papua hanya menyalurkan vaksin secepatnya kepada mereka yang mengajukan permintaan vaksin Covid-19. Jadi kondisi saat ini di Dinas Provinsi Papua, stok vaksin habis.

“Kami juga telah melakukan permintaan ke Kementerian, namun Kementerian belum menjawab permintaan kami dikarenakan stok vaksin di Kota Jayapura masih banyak yakni 2.430 dosis Sinovac, maka kami akan menggunakan vaksin tersebut dulu sambil menunggu Kementerian mengirim vaksin selanjutnya,” jelasnya.

Diakuinya, bukan hanya vaksin di Provinsi yang habis, untuk daerah lainnya seperti Kab. Jayapura juga vaksinnya habis dan pihaknya mengarahkan untuk mengajukan permintaan ke Kota Jayapura.

 Ia juga menjelaskan, bahwa sebelumnya dirinya telah menolak masuk vaksin Astrazeneca 500 vial ke Papua, karena nantinya akan dialokasikan untuk Kota Jayapura, sementara stok vaksin di Kota Jayapura masih ada 2.430 yang belum dihabiskan.

Selain itu vaksin Astrazeneca sendiri memiliki batas waktu kadaluwarsa sampai akhir Mei 2021. Sementara di bulan April hingga awal Mei, umat muslim akan menjalani Ibadah Puasa.

“Bulan Ramadan nanti kita instruksikan agar tidak melakukan penyuntikan pada 5 hari pertama karena memberi kesempatan bagi mereka yang puasa agar dapat melakukan adaptasi terlebih dahulu sebelum disuntik vaksin,”tandasnya.(ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

4 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

12 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

13 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

15 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

16 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

17 hours ago