Categories: PAPUA TENGAH

Bersedia jadi Salah Satu Penerima Vaksin Pertama di Papua

kepala DPPAD Provinsi Papua, Christian Sohilait

JAYAPURA- Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M.Kes., menyebutkan bahwa dalam upaya meningkatkan kepercayaan publik akan keamanan dan kehalalan vaksin, pelaksanaan vaksinasi akan didahului dengan pemberian kepada sekitar kurang lebih 10 pimpinan dan tokoh daerah.

“Pimpinan dan tokoh daerah ini terdiri dari unsur pejabat publik di daerah untuk Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati/Wali Kota, Pangdam, Kapolda, Pimpinan DPRP, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Rujukan Covid 19, Pengurus Asosiasi Tenaga Kesehatan, dan Key Leader Kesehatan Daerah, serta perwakilan Organisasi Masyarakat dan Organisasi Agama di daerah,” sebut dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M.Kes., dalam surat edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan kepada pemerintah tingkat provinsi, Jumat (8/1) lalu.

Demikian, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait, bersedia untuk menjadi satu dari 10 pimpinan dan tokoh daerah di Papua yang divaksin terlebih dahulu.

“Saya sudah dihubungi apakah bersedia menerima vaksin. Saya bersedia dengan catatan teman-teman kesehatan melihat sendiri kondisi saya secara fisik, apakah memenuhi standar yang disyaratkan oleh teman-teman Kementerian Kesehatan,” jelas Christian Sohilait, Senin (11/1) kemarin.

“Saya mendengar ada 10 orang yang divaksin dan saya sudah sampaikan tidak ada masalah. Kepala OPD hampir semua sudah kena (Covid-19, sehingga saya siap melakukan pemeriksaan mulai dari tensi hingga yang lainnya. Kalau saya dinyatakan siap, akan saya lakukan,” sambungnya.

Sohilait mengaku telah mendapatkan informasi perihal vaksinasi yang dilakukan dua kali, di mana vaksinasi kedua akan dilakukan 14 hari setelah vaksinasi yang pertama.

“Lalu, mereka sampaikan kepada petugas yang lakukan vaksin itu agar tidak salah. Kalau salah, itu bisa gagal. Vaksinnya sendiri pun harus ada di suhu tertentu. Jadi, tidak boleh di luar suhu itu. Kalau sampai vaksin di luar suhu itu, maka itu menjadi masalah bagi kami relawan,” pungkasnya. (gr/ary)

newsportal

Recent Posts

Kapolres Jayapura Bantah Penyerangan Dilakukan Oleh OPM

Setelah kabar ini tersebar Dion langsung bertolak menuju Taja dan mengecek langsung kondisi disana. Ia…

16 minutes ago

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

2 days ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

2 days ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

2 days ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

2 days ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

3 days ago