Categories: PAPUA TENGAH

FTH Ajang Promosi Keunikan Seni Budaya dan Adat Masyarakat

Didampingi Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., Staf Ahli Gubernur Bidang SDM dan Kesra, Ani Rumbiak, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani menyambangi salah satu stand pameran di Festival Humboldt, Senin (5/8) malam lalu. ( FOTO : Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Penyelenggaraan Festival Teluk Humboldt (FTH) memiliki keunikan khusus, kala dibandingkan dengan festival-festival lainnya di Provinsi Papua, bahkan di Indonesia. 

 Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, Festival Humboldt memiliki keuninkan karena terdapat kampung di dalam kota.

“Keunikan seperti ini, termasuk budaya, seni serta adat dari suku masyarakat asli Kota Jayapura inilah yang perlu terus dijaga, dilestarikan dan dipromosikan,” terang Rizki Handayani dalam sambutan Pembukaan Festival Humboldt, Senin (5/8) lalu.

 Di sisi lain, Staf Ahli Gubernur Bidang SDM dan Kesra, Ani Rumbiak menjelaskan bahwa dengan mengusung tema Loving My Identity (Mencintai Identitasku, red), maka Festival Humboldt merupakan langkah Dinas Pariwisata Kota Jayapura dalam melestarikan, sekaligus mempromosikan keindahan Teluk Humboldt, serta aset seni dan budaya, termasuk produk-produk unggulan masyarakat lokal di Kota Jayapura.

“Event ini juga merupakan jalur utama untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kota Jayapura, baik wisatawan nusantara (Wisnu) maupun wisatawan mancanegara (Wisman). Juga meningkatkan standard ekonomi masyarakat, terlebih saat Festival Humboldt berlangsung,” jelas Ani Rumbiak.

Keuntungan Festival Humboldt dapat dilihat dari segala aspek, baik ekonomi, politik, maupun sosial budaya, terutama terhadap pengembangan pariwisata. 

“Ini merupakan langkah dalam mempromosikan segala keunikan, keunggulan dan keindahan alam, sejarah Port Numbay, hingga aset seni dan budaya yang dimiliki masyarakat lokal di Kota Jayapura,” tambahnya. (gr/ary)

newsportal

Recent Posts

Jaksa Sita Rp300 Juta Terkait Korupsi Lahan Kebun di Mimika

Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…

2 minutes ago

Ondoafi Maribu Klaim Lahan Sekolah Rakyat Milik Suku Yarusabra

Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…

1 hour ago

Jalan Bongge Belum Masuk Destinasi Wisata Resmi

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…

2 hours ago

Banyak Peternak Baru, Hanya Pembinaan dan Pemasaran Perlu Diperkuat

Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…

3 hours ago

Wajah Depan Kab. Keerom AKan Ditata Sebaik Mungkin

- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…

4 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Salah Satu Penginapan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan,  melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …

5 hours ago