

dr. Aaron Rumainum ( FOTO: Yewen/Cepos)
Dinkes Papua Keluarkan SOP Vaksinasi Covid- 19
JAYAPURA- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah mengeluarkan surat edaran kepada pemerintah kabupaten/kota di Papua perihal Standard Operational Procedure (SOP) Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.
Untuk diketahui bahwa vaksin yang telah didistribusikan dan diterima kabupaten/kota harus segera didistribusikan lagi ke layanan kesehatan rumah sakit, Puskesmas maupun klinik, paling lama 2 hari setelah vaksin diterima di kabupaten/kota.
Kemudian, layanan kesehatan yang telah menerima vaksin sudah bisa melaksanakan vaksinasi paling lambat dua hari setelah menerima vaksin tanpa menunggu launching dilakukan.
Tim vaksinator yang sudah dilatih dan akan bertugas sebagai vaksinator pada saat launching, paling lambat 2 hari setelah pelatihan, harus divaksinasi.
“Jadi, sekarang, setelah pelatihan hari ketiga, langsung disuntik vaksin. Kami tidak mau seperti beberapa kabupaten yang sudah selesai pelatihan dan mereka (tenaga kesehatan) harus menunggu lama sekiranya 2 – 3 minggu untuk program vaksinasi itu dilakukan di daerahnya,” jelas dr. Aaron Rumainum, M.Kes., Jumat (5/2) kemarin.
Lanjutnya, Dinas Kesehatan menyediakan vaksin untuk vaksinasi yang dilakukan, serta anafilaktik kit untuk mengantisipasi reaksi kegawatdaruratan pasca suntik vaksin dilakukan.
“Jadi, prinsip kami begitu selesai pelatihan, langsung divaksin. Jadi nantinya peserta pelatihan yang akan menyuntik vaksin kepada peserta pelatihan lainnya,” pungkasnya. (gr/ary)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…
Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…
Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…
Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…
Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…
Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…