

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perspustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, mendapat curhatan guru-guru di berbagai daerah di Papua yang mengaku mendapat komentar pedas dari orang tua murid, akibat tugas mendidik yang sementara ini berpindah ke orang tua karena pandemi Covid-19.
“Ada guru-guru yang dinilai makan gaji buta karena tidak mengajar di situasi seperti ini. Sebaliknya tugas mendidik itu dilimpahkan ke orang tua. Saya sampaikan permohonan maaf untuk itu, tapi bukan guru-guru yang tidak ingin mengajar, melainkan situasi pandemi Covid-19 seperti ini, sehingga pembelajaran tidak dapat dilakukan seperti biasa,” jelas Christian Sohilait, Jumat (31/7).
Sohilait juga menyebutkan bahwa di situasi seperti ini, tidak ada yang ingin mengambil risiko lebih, termasuk para guru, sampai terpapar Covid-19.
Sebaliknya, para guru juga memiliki keluarga, sehingga untuk itu para guru perlu juga diberikan penghargaan. Terlebih untuk upaya mereka sekreatif mungkin tetap memberikan pendidikan bagi anak-anak.
“Saya sampaikan permohonan maaf sekali lagi. Orang tua di rumah dan menolong anaknya mendapatkan pendidikan, begitulah yang dirasakan guru-guru kami sepanjang tahun. Orang tua baru merasakannya dalam 2 – 3 bulan belakangan, sedangkan guru-guru ini rasakan tiap hari,” tambahnya.
Mereka para guru juga harus diberikan apresiasi, terlebih di tengah keterbatasan seperti ini, mereka masih punya hati untuk mengajar.(gr/ary)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…