Jordi Cruyff pun siap untuk membawa segala ilmu dan pengalamannya di luar negeri ke Indonesia. Dia pertama-tama akan melakukan analisis terhadap potensi dan kultur sepak bola Indonesia terlebih dahulu untuk kemudian membuat formula terbaik.
Dia juga mengungkapkan bahwa satu hal yang paling penting untuk mengembangkan sepak bola adalah fokus ke pembinaan usia muda.
“Saya rasa, salah satu poin kuncinya adalah perkembangan sepak bola yang bertumpu di pemain-pemain muda,” katanya saat diperkenalkan di Selasa (11/3).
Putra dari Johan Cruyff itu memberikan contoh tim tempat bekerjanya dulu, yang mengutamakan pembinaan usia muda. Yakni Barcelona dengan akademinya yang lebih dikenal dengan nama La Masia.
Akademi Barcelona sampai saat ini kerap mencetak pemain-pemain hebat untuk masa depan. Pemain jebolan La Masia pun sudah terbukti. “Di Eropa, misalnya Barcelona, banyak pemain muda yang sudah debut di usia 17-18 tahun,” jelasnya.
“Tapi di balik itu, mereka sudah develop bertahun-tahun pemainnya sebelum bisa mencapai debut tersebut,” tambah Jordi Cruyff.
Menurut Jordi Cruyff, cara yang dilakukan Barcelona itu patut dicontoh oleh negara-negara Asia, termasuk Indonesia.
“Bahwa pemain perlu diasah dari usia yang muda supaya ketika mereka sudah masuk usia debut, mereka memiliki kemampuan yang baik,” jelasnya.(*/jawapos)
Page: 1 2
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM kembali mengingatkan masyarakat supaya waspada terhadap bahaya bahan…
Namun, dari total 64 klub peserta yang tersebar di 16 grup, baru tiga tim yang…
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom tak menampik soal pentingnya membangun karakter anak usia dini yang…
Langkah ini diambil guna memastikan anggaran daerah berdampak langsung pada industri domestik dan menekan ketergantungan…
Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Selatan mendorong agar pembahasan perubahan anggaran pendapatan dan belanja…
Menurut dia, total siswa yang mendaftar secara online sebanyak 95 orang yang terdiri dari Kabupaten…