Di Euro 2024, Ronaldo menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak tanpa mencetak gol. Dia melepaskan 23 tembakan sepanjang turnamen, namun tidak satu pun yang berhasil menggetarkan jala lawan. Rekor buruk ini hanya kalah dari Deco, yang pada Euro 2004 gagal mencetak gol meski melepaskan 24 tembakan. Hal ini menjadi bukti bahwa meski sering kali berada dalam posisi yang menguntungkan, Ronaldo tidak mampu memaksimalkan peluang yang ada.
Salah satu momen yang diharapkan bisa menjadi penyelamat bagi Portugal adalah ketika Ronaldo mendapat kesempatan tendangan bebas saat melawan Prancis. Namun, upayanya lagi-lagi menemui kegagalan. Sejak pertama kali tampil di turnamen besar, Ronaldo telah melakukan 61 direct free-kicks, namun hanya satu yang berhasil menjadi gol, yaitu ke gawang Spanyol pada Piala Dunia 2018. Kegagalan mencetak gol dari tendangan bebas di Euro 2024 menambah daftar panjang ketidakberhasilannya dalam situasi bola mati tersebut.
Dalam laga melawan Prancis, statistik Ronaldo menunjukkan penampilan yang sangat mengecewakan. Selama 90 menit, dia tidak mampu mencetak gol, tidak memberikan assist, dan hanya memiliki 40 sentuhan bola.
Selain itu, Ronaldo gagal menciptakan peluang, membuang satu peluang emas, kehilangan bola sebanyak sembilan kali, terjebak offside satu kali, dan melakukan tiga pelanggaran. Penampilan buruk ini menjadi salah satu faktor utama kegagalan Portugal untuk melaju ke babak semifinal.
Menginjak usia 39 tahun, Euro 2024 kemungkinan besar menjadi turnamen internasional terakhir bagi Ronaldo. Meski masih menunjukkan kebugaran fisik yang luar biasa, usia tentu menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Kegagalan di Euro 2024 menutup karier internasional Ronaldo dengan catatan yang tidak memuaskan, terutama mengingat ambisi besarnya untuk membawa Portugal meraih lebih banyak gelar.
Euro 2024 menjadi turnamen internasional terburuk bagi Ronaldo dalam hal kontribusi gol. Meski sering dipercaya pelatih Roberto Martinez dan menjadi starter di sebagian besar pertandingan, performa Ronaldo tidak mampu mengangkat Portugal. Kejadian ini mengukuhkan bahwa tidak ada yang abadi di dunia sepak bola, bahkan bagi seorang megabintang seperti Cristiano Ronaldo.
Perjalanan Portugal di Euro 2024 berakhir dengan kekecewaan besar. Meskipun memiliki salah satu pemain terbaik dunia, Selecao das Quinas tidak mampu melaju lebih jauh di turnamen ini. Bagi Ronaldo, kegagalan ini tentu sangat menyakitkan, mengingat ambisi dan harapan yang selalu dia bawa setiap kali mengenakan jersey nasional.
Kisah Ronaldo di Euro 2024 ini menjadi pelajaran berharga bahwa dalam sepak bola, tidak ada jaminan sukses meski memiliki pemain bintang. Ronaldo telah memberikan yang terbaik sepanjang kariernya untuk Portugal, namun takdir berkata lain di Euro 2024.
Meskipun begitu, warisan yang dia tinggalkan dalam dunia sepak bola tetap tak ternilai harganya. Selamanya, nama Cristiano Ronaldo akan dikenang sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah ada, meski perjalanan di Euro 2024 berakhir dengan catatan tragis. (*)
SUMBER: JAWAPOS
Page: 1 2
Dengan posisi sebagai ekonomi terbesar di kawasan dan anggota G20, ia menyebut bahwa Indonesia memiliki…
Ia menyebutkan bahwa tahapan pendaftaran dibuka pada bulan Februari bulan depan. Bahkan jumlah formasi yang…
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Boby Awi menjelaskan bahwa kenaikan target tersebut seiring…
Menurutnya, LHP yang diserahkan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi cerminan sejauh mana pengelolaan keuangan…
Pelantikan sejumlah staf khusus ini oleh Fakhri menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Lantaran,…
"Total seluruh penduduk di wilayah Papua sebanyak 4,58 juta jiwa. Untuk Provinsi Papua sebanyak 1,10…