Categories: SEPAKBOLA INDONESIA

Incar Pelatih dari Eropa, Metode Latihan Jadi Alasan Lengserkan Shin Tae-yong?

JAKARTA-Kabar kurang mengenakkan datang dari dunia sepakbola Indonesia. Pelatih Timnas, Shin Tae-yong, dikabarkan akan dipecat. Walaupun kontraknya bersama PSSI masih akan berakhir pada bulan Juni tahun 2027, rumor ini muncul setelah salah satu Exco PSSI meng-upload sebuah postingan yang berbau salam perpisahan dengan Shin Tae Yong di media sosial Instagram.

Rumor pemecatan STY memang beberapa kali sering terdengar ke telinga netizen Indonesia. Namun, PSSI terutama Erick Thohir selalu membantah rumor-rumor liar tersebut. Kali ini, alasan yang beredar mengenai pemecatan pelatih asal Korea Selatan itu adalah karena PSSI merasa metode latihannya terlalu fokus dalam hal fisik dan lari. Dilansir dari media Italia, Tuttosport, pengganti STY bisa jadi seorang pelatih asal Eropa yang sudah memiliki jam terbang tinggi dan CV yang mentereng.

Sementara itu, Coach Shin memang pernah beberapa kali menyampaikan kepada media bahwa fisik pemain Timnas Indonesia masih dalam kondisi yang buruk. Minimnya jam bermain beberapa pemain Timnas juga jadi sebab fisik mereka tidak berada pada level yang seharusnya.

Sejak menjadi pelatih Timnas Indonesia, Coach Shin seringkali mengkritik kondisi pesepakbola Indonesia yang masih kurang. Pola makan juga pernah disinggung oleh mantan pemain Timnas Korea Selatan tersebut. Dikutip dari kanal YouTube Hasani’s Corner, Asep Aziz, seseorang yang pernah menjadi fisioterapis Timnas Indonesia, beberapa bulan yang lalu mengungkapkan bahwa, “selama pengalaman saya bersama Timnas Indonesia, masih ada pemain timnas yang belum memiliki kemampuan dasar fisik yang bagus. Hanya melakukan latihan sederhana seperti Push Up dan Sit Up, pemain masih ada yang belum maksimal.” Kata Asep.

“Dengan kemampuan fisik yang rendah, akan sangat sulit untuk bermain pada level tertinggi. Pemain harus melakukan latihan terpisah saat tidak dengan Timnas untuk menjaga kebugarannya,” Asep menambahkan.

Fisik pemain selalu menjadi masalah bagi Timnas Indonesia. Liga yang kualitasnya masih di bawah liga-liga top Asia menjadi PR Erick Thohir. Timnas Indonesia masih harus melakoni empat laga sisa kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Australia, Bahrain, Tiongkok, dan Jepang.

Pemecatan Shin Tae-Yong akan membawa dampak berkaitan dengan lolos atau tidaknya Timnas ke Piala Dunia. Pasalnya, saat ini chemistry pemain dengan Coach Shin dan jajarannya sudah terjalin sangat akrab. Jika harus melakukan pergantian pelatih, maka semuanya harus mampu beradaptasi dengan pelatih yang baru. Sampai saat ini, pemecatan STY masih menjadi rumor. Namun, tidak ada asap jika tidak ada api adalah peribahasa yang tepat menggambarkan situasi saat ini.

PSSI akan melakukan press conference jam 12.00 WIB. Banyak yang berspekulasi akan membahas pemecatan STY. Menarik untuk kita tunggu bersama-sama keterangan resmi dari PSSI terkait rumor tersebut.(*/JAWAPOS)

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tak Ada Budidaya, Populasi Udang Selingkuh Semakin Berkurang

Udang Selingkuh Wamena adalah lobster air tawar endemis Papua yang secara ilmiah termasuk dalam Cherax…

7 hours ago

Banyak Masyarakat NTT Berkontribusi di Papua Selatan

Dialog tersebut mengusung tema "Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial. Wagub Paskalis mengemukakan banyak masyarakat…

8 hours ago

Medical Klinik Pertama Milik OAP Kini Hadir di Merauke

Medical Klinik pertama milik orang asli Papua kini hadir di Merauke seiring dengan peresmian dan…

9 hours ago

Sempat Ditungggu Habiskan Makan, Satu Anggota KKB Intan Jaya Dibekuk

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap seorang pemuda berinisial EK (18) di Kampung Bilogai,…

10 hours ago

Perkembangan Teknologi dan Sistem Transportasi Tak Bisa Dibendung

Ramainya perbincangan warganet di media sosial terkait rencana kehadiran Bajaj di Papua mendapat tanggapan dari…

11 hours ago

DPRP Papeg Minta Maaf Tidak Turun Langsung Ke Masyarakat Dalam Situasi Konflik

Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan meminta maaf kepada keluarga korban dan korban terdampak…

12 hours ago