

Striker Persipura, Sansan Fauzi (kedua dari kanan) saat berduel dengan pemain Persewar Waropen di Stadion Mandala Jayapura dalam lanjutan kompetisi Liga 2 wilayah timur, Sabtu (1/10). (FOTO:Eryck/Ceepos)
JAYAPURA – Lini depan Persipura Jayapura saat ini sedang menjadi sorotan. Dalam tiga laga terakhir hanya mampu mencetak 2 gol. Terakhir, Persipura justru tak mampu mencetak gol saat bermain 0-0 dengan Persewar Waropen dalam lanjutan Liga 2 wilayah timur di Stadion Mandala, Sabtu (1/10).
Bahkan dalam laga bertajuk derby Papua itu, Persipura tak mampu menciptakan sepakan on target sama sekali. Padahal melihat materi lini serang Persipura musim ini dihuni oleh pemain yang memiliki naluri gol cukup tinggi.
Ada Patrich Wanggai, Sansan Fauzi dan sayap serang seperti Gunansar Mandowen dan Ramai Rumakiek. Untuk kompetisi Liga 2, lini depan Persipura dapat dikatakan yang paling berbahaya bila melihat nama-nama di atas.
Hingga pertandingan ketujuh, Persipura baru mampu menciptakan 9 gol. Top skor sementara justru menjadi milik Gunansar Mandowen dan Ramai Rumakiek yang sama-sama mengoleksi 3 gol. Kemudian 3 gol lainnya dicetak masing-masing oleh Sansan Fauzi, Brian Fatari dan Syaiful Indra.
Juru taktik Persipura, Ricky Nelson mengaku jika lini depannya memang sedang bermasalah. Tapi saat bersua dengan Persewar, mereka benar-benar tidak bisa berbuat banyak.
“Lini depan memang menjadi “PR” saya. Dan berbicara soal peluang saat lawan Persewar memang sangat sedikit, berbeda saat melawan Putra Delta,” ungkap Ricky kepada awak media.
Mantan pelatih Sulut United itu juga membeberkan jika pemain sayap mereka, Gunansar Mandowen dan Ramai Rumakiek yang biasanya melakukan tusukan ke arah pertahanan lawan tidak terlihat dalam laga ini.
“Mereka (Persewar – red) sudah tahu Gunansar dan Ramai bermain seperti apa sehingga apa yang kita rencanakan tidak berjalan baik,” ujarnya.
Tapi pelatih kelahiran Kupang itu optimis, saat bersua dengan PSBS Biak dalam laga derby berikutnya, mereka pasti mampu mengatasi masalah tersebut.
Bahkan Ricky dengan tegas menyebutkan bahwa mereka akan melakukan evaluasi pada putaran kedua jika lini depan mereka tak kunjung produktif. (eri/nat)
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…