

Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Terry Wanena (Foto: Eryck/Cepos)
JAYAPURA – Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua tetap memastikan bahwa tahun ini mereka tetap akan berusaha agar mereka bisa tampil pada pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) tahun ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Papua, Terry Wanena kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Kantor Dinas Otonom, Kotaraja, Kota Jayapura, Jumat (9/6).
Kata Wanena, saat ini Disorda Papua masih menunggu jawaban dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Papua. Dia menuturkan, POPNAS dan PEPARPENAS merupakan agenda nasional yang wajib diikuti. Sehingga dia memastikan bahwa Provinsi Papua pasti akan mengambil bagian pada dua multy event pelajar tersebut.
“Soal POPNAS dan PEPARPENAS proposalnya kita sudah sampaikan, POPNAS dan PEPARPENAS ini agenda nasional mau tidak mau harus ikut,” ujar Wanena.
Penyelenggaraan POPNAS pada bulan September 2023 dan PEPARPENAS bulan Juli 2023. Kedua ajang tingkat pelajar Indonesia itu akan dilaksanakan di Palembang, Sumatera Selatan.
“Kita akan upayakan bisa ikut. Saat ini kita masih terbentur dengan anggaran dan sudah diusulkan. Karena dari Rp 25 miliar yang sudah disetujui itu hanya untuk perawatan venue saja,” ucapnya.
Dia mengatakan, untuk POPNAS, mereka sudah menyiapkan atlet-atlet pelajar potensial yang sebagian besar merupakan binaan PPLP Papua. Begitu juga dengan atlet PEPARPENAS yang langsung dibina oleh NPCI Papua. (eri/nat)
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…