

Kenius Kogoya. ( FOTO: Erik / Cepos)
Juga Cabor yang Memiliki Pengurus Lebihd ari Lima Kabupaten
JAYAPURA – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Papua rencananya akan digelar pada bulan November 2022. Seluruh KONI Kabupaten atau pengurus cabang olahraga tingkat Kabupaten diminta menyiapkan atlet-atlet terbaiknya.
Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua, Kenius Kogoya menyebutkan jika Porprov akan menjadi salah satu ajang penjaringan atlet potensial yang akan disiapkan oleh KONI Papua menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara tahun 2024.
“Jadi setelah pelaksanaan Porprov, mereka (atlet) yang akan dipanggil atau terpilih mereka yang akan kita siapkan untuk pelaksanaan PON di Aceh dan Sumut,” ungkap Kenius kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Minggu (8/5).
Soal jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan atau dilombakan, Kenius Kogoya mengaku akan mengutamakan cabang olahraga yang dinilai potensial dalam memberikan prestasi bagi kontingen Papua. “Cabang olahraga yang akan kita pertandingkan tentu kita akan melihat Cabor yang menjadi potensi untuk Papua,” ujarnya.
Selain itu, kata Kenius, cabang olahraga yang dipertandingkan bagi cabang olahraga yang memiliki pengurus cabang atau pengurus kabupaten lebih dari lima.
“Cabor potensial, kemudian mereka (Cabor) yang pengurusnya sudah ada di tingkat kabupaten. Minimal 5 kabupaten, mereka bisa membawa atlet terbaik mereka,” pungkasnya. (eri/wen)
Kelompok Khusus menilai pidato pengantar pemerintah daerah masih lebih banyak menjelaskan kinerja keuangan secara…
Pria tersebut diyakini berada di Jayawijaya untuk kepentingan wisata atau menonton event Festival Budaya Lembah…
Abisai mengatakan, kesempatan yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia meminta para mahasiswa…
Rakor tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan angka…
Dimana, untuk membendung laju kejahatan terhadap satwa liar tersebut, BBKSDA Papua secara masif menggalakkan program…
Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya terlibat dalam politik praktis telah diberhentikan dari statusnya…